Maknai Hari Lahir Pancasila, Kakorlantas Gandeng Komunitas Ojol Jadi Pelopor Keselamatan

1 day ago 7

Jakarta -

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat semangat kolaborasi di ruang publik. Dia menginstruksikan seluruh Dirlantas mengoptimalkan program 'Polantas Menyapa dan Melayani' melalui kemitraan strategis dengan komunitas ojek online (ojol).

Irjen Agus menegaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di jalan raya diwujudkan melalui kolaborasi. Hubungan antara polisi dan pengemudi ojol harus bertransformasi menjadi sebuah kemitraan keselamatan yang kokoh.

"Atas petunjuk Bapak Kapolri, tepat di Hari Lahir Pancasila ini, hubungan dengan komunitas ojol harus dibangun kuat sebagai kemitraan keselamatan, bukan sekadar antara petugas dan pengguna jalan," ujar Irjen Agus, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irjen Agus mengatakan, dari sisi psikologis dan humanis, para pengemudi ojol ingin dihargai sebagai bagian dari solusi lalu lintas, bukan sekadar menjadi objek penertiban di jalanan. Karena itu, semangat keadilan sosial dan kemanusiaan harus melandasi program 'Polantas Menyapa dan Melayani' demi menumbuhkan rasa memiliki terhadap pentingnya keselamatan.

"Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan," tegas Irjen Agus.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersama komunitas ojolKakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersama komunitas ojol. (Dok. Istimewa)

Guna mewujudkan kemitraan yang efektif di lapangan, Kakorlantas menjabarkan lima poin utama yang harus segera dieksekusi oleh jajaran Dirlantas, yaitu:

1. Forum Komunikasi Rutin
Pertemuan berkala antara Polantas dan komunitas ojol.
Menyerap aspirasi, keluhan, dan masukan dari lapangan.
Mencari solusi bersama terhadap permasalahan lalu lintas.

2. Duta Keselamatan Lalu Lintas
Driver ojol diposisikan sebagai pelopor keselamatan.
Menjadi contoh penggunaan helm, kepatuhan rambu, dan etika berlalu lintas.
Membantu menyebarkan pesan keselamatan kepada masyarakat.

3. Edukasi dan Pelatihan Bersama
Safety riding.
Pertolongan pertama pada kecelakaan.
Pemahaman aturan lalu lintas terbaru.
Pelatihan komunikasi yang humanis di jalan.

4. Sistem Informasi Cepat
Ojol menjadi mitra informasi kondisi jalan, kemacetan, kecelakaan, atau hambatan lalu lintas.
Polantas memberikan informasi rekayasa lalu lintas secara cepat kepada komunitas.

5. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Bakti sosial.
Donor darah.
Bantuan korban bencana.
Kampanye keselamatan di sekolah dan lingkungan masyarakat.

"Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Polantas menjaga keselamatan, ojol menyebarkan keselamatan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan," pungkas Irjen Agus.

(hri/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |