Makan Nasi Hangat atau Dingin, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?

18 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Nasi menjadi makanan pokok di beberapa negara, termasuk Indonesia. Sebagai pemenuhan nutrisi karbohidrat, nasi memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan. Kebanyakan orang mengkonsumsi nasi selagi hangat karena rasanya lebih nikmat. Namun, ternyata ada perdebatan tentang manfaat nasi hangat dan nasi dingin.

Melansir dari Times of India yang dikutip oleh Beautynesia, ada penjelasan tentang nasi hangat maupun nasi dingin.

Nasi hangat memang terasa enak dan lebih mudah dicerna. Nasi hangat memberikan energi dengan cepat. Namun sayangnya, nasi hangat memiliki efek samping yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat.

Artinya, nasi hangat tidak selalu ideal untuk penderita diabetes, resistensi insulin, atau bagi mereka yang sedang program penurunan berat badan.

Sementara nasi dingin atau nasi yang sering dihangatkan kembali dianggap pilihan yang lebih sehat. Saat nasi yang sudah dimasak didinginkan selama beberapa jam, sebagian karbohidratnya berubah menjadi pati resisten.

Pati resisten bisa dicerna perlahan, mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Pati resisten juga berfungsi seperti serat, membuat kenyang lebih lama, baik untuk kesehatan usus, menghasilkan asam lemak dan baik untuk kekebalan tubuh.

Namun ternyata, nasi dingin juga memiliki efek samping. Menurut para ahli, saat nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan setelah dimasak, bakteri bisa berkembang biak dan bisa menyebabkan mual, muntah, diare, atau kram perut.

Artinya, meskipun keduanya aman dan sehat, hal tersebut bergantung pada tujuan masing-masing individu.

Nasi hangat bisa menyebabkan gula darah yang lebih tinggi, tapi mudah dicerna. Sementara nasi dingin atau nasi yang dipanaskan kembali bisa bermanfaat untuk menurunkan berat badan, mengontrol gula darah dan kesehatan usus.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |