Geger, Intelijen AS Sebut Pemimpin Baru Iran Gay-Impoten

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) disebut mengindikasikan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kemungkinan besar adalah seorang gay. Informasi ini juga menyebutkan bahwa mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sempat merasa khawatir akan kelayakan putranya tersebut untuk memimpin Republik Islam Iran karena orientasi seksualnya.

Presiden AS Donald Trump juga sudah diberi pengarahan soal ini. Mengutip New York Post, Selasa (17/3/2026), Trump dikatakan tidak dapat membendung rasa terkejutnya, bahkan tertawa terbahak-bahak saat menerima laporan intelijen itu.

Reaksi ini juga diikuti oleh orang-orang lain yang berada di dalam ruangan yang menganggap informasi tersebut sangat lucu. Bahkan seorang pejabat intelijen senior dilaporkan tidak bisa berhenti tertawa selama berhari-hari setelah mengetahuinya.

Klaim mengejutkan ini diungkapkan oleh dua pejabat komunitas intelijen dan orang ketiga yang dekat dengan Gedung Putih. Ketiga sumber tersebut menyatakan bahwa meskipun tuduhan ini terdengar tidak masuk akal, badan intelijen AS memandangnya sebagai informasi yang kredibel, bukan sekadar informasi palsu yang dimaksudkan untuk merongrong posisi Mojtaba Khamenei, yang terpilih menggantikan mendiang ayahnya pada 8 Maret lalu.

Dua dari sumber tersebut mengatakan bahwa intelijen menunjukkan Mojtaba Khamenei, yang mendapat julukan "kekuatan di balik jubah" selama menjadi penjaga gerbang ayahnya, telah menjalin hubungan seksual jangka panjang dengan tutor masa kecilnya. Sementara itu, sumber ketiga menyebutkan bahwa perselingkuhan tersebut dilakukan dengan seseorang yang sebelumnya bekerja untuk keluarga Khamenei.

Mojtaba Khamenei, yang diyakini terluka dalam serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan ayah dan anggota keluarga lainnya, dilaporkan telah melakukan pendekatan seksual yang agresif terhadap pria yang merawatnya. Salah satu sumber menyebutkan hal itu kemungkinan terjadi saat ia berada di bawah pengaruh pengobatan berat selama masa pemulihan.

Badan intelijen AS memang tidak memiliki bukti foto terkait dugaan ketertarikan seksual Khamenei terhadap pria, namun para sumber menegaskan bahwa informasi tersebut sangat kuat. Salah satu sumber menyatakan bahwa informasi ini berasal dari salah satu sumber paling terlindungi yang dimiliki pemerintah.

"Fakta bahwa hal ini diangkat ke level tertinggi dari yang tertinggi menunjukkan bahwa ada keyakinan kuat terhadap informasi ini," ujar sumber kedua kepada New York Post lagi.

Laman itu juga mengatakan bahwa orientasi seksual Mojtaba Khamenei sebenarnya telah menjadi bisik-bisik di internal Iran setidaknya sejak kecelakaan helikopter pada Mei 2024 yang menewaskan Presiden Ebrahim Raisi, yang saat itu merupakan calon favorit Ali Khamenei untuk menjadi pemimpin tertinggi berikutnya. Di lingkungan pemerintah AS, informasi ini telah menjadi rahasia yang dijaga sangat ketat oleh pihak-pihak tertentu.

Impoten?

Sebuah kabel diplomatik rahasia AS tahun 2008 yang diterbitkan oleh WikiLeaks sempat menjelaskan bahwa Mojtaba Khamenei pernah menjalani perawatan di Inggris karena masalah impotensi, meskipun laporan tersebut tidak mengidentifikasi penyebab kondisinya. Berkas Departemen Luar Negeri menyebutkan bahwa ia menikah relatif terlambat, yakni sekitar usia 30 tahun, karena masalah impotensi yang akhirnya diselesaikan melalui kunjungan medis ke London.

"Mojtaba diharapkan oleh keluarganya untuk segera memiliki anak, tetapi membutuhkan kunjungan keempat ke Inggris untuk perawatan medis; setelah tinggal selama dua bulan, istrinya akhirnya hamil," tulis berkas yang bocor tersebut.

Dugaan mengenai orientasi seksual ini juga sempat disinggung dalam laporan CBS News yang menyebutkan bahwa mendiang Ali Khamenei lebih menyukai penerus lain sebagian karena adanya masalah yang tidak ditentukan dalam kehidupan pribadi putranya. Seorang sumber menjelaskan bahwa ayahnya dan orang lain curiga dia gay, dan hal itu adalah sesuatu yang disebarkan orang-orang untuk mencoba menghentikan kenaikannya sebagai pemimpin tertinggi.

Perilaku homoseksual sendiri merupakan hal ilegal di Iran dan pelakunya dapat dijatuhi hukuman mati, di mana beberapa warga Iran yang kedapatan gay dieksekusi dengan cara digantung di derek konstruksi sebagai peringatan bagi warga lainnya. Namun, seorang sumber menekankan bahwa ada alasan kuat untuk mengungkap identitas seksual Khamenei ke publik meskipun hal itu biasanya dianggap tidak etis.

"Jika pernah ada waktu di mana tidak apa-apa untuk mengungkap orientasi seksual seseorang, itu adalah ketika orang tersebut merupakan pemimpin teokrasi Islam represif yang menggantung orang-orang gay di derek," kata sumber tersebut.


Perang Narasi?

Hingga saat ini, keberadaan Mojtaba Khamenei dan status pemulihannya dari serangan udara 28 Februari masih belum jelas. Pihak Gedung Putih sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar resmi terkait laporan yang beredar ini.

Iran juga tidak memberikan komentar soal ini. Namun di tengah perang antara Iran dan AS-Israel saat ini, banyak perang narasi terjadi dan belum terverifikasi dengan benar, di mana laporan akan diperbaruhi sesuai update yang terjadi.

(tps/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |