Lewat Program Ini, BRI Dorong Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berupaya memperkuat komitmennya dalam memberdayakan dan mendorong kemajuan UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya dibuktikan melalui program pendampingan Klasterku Hidupku, BRI Unit Dofior di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Program tersebut mendampingi pelaku usaha pengolahan ikan kering dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasarnya. Salah satunya Nursia, perjalanannya membangun usaha pengolahan ikan kering dimulai pada 2017. Berbekal keinginan untuk hidup lebih sejahtera, ia mengumpulkan modal sedikit demi sedikit hingga akhirnya memberanikan diri merintis usahanya sendiri.

Meski demikian, perjalanan usaha Nursia bukan tanpa tantangan. Ketergantungan pada ketersediaan hasil laut membuat kegiatan produksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi laut dan hasil tangkapan nelayan.

Di sisi lain, pendapatan usahanya turut bergantung pada pergerakan harga ikan dan tingkat permintaan pasar. "Setiap bulan ada naik turunnya. Namun, kami selalu berusaha untuk tetap bertahan," ungkap Nursia dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan modal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelangsungan usaha. "Pada awal merintis saya membutuhkan dana sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk membeli ikan sebagai bahan baku. Namun, modal yang terbatas itu mulai menemukan jalan keluar pada akhir tahun yang sama, ketika saya memperoleh pembiayaan dari BRI," ujarnya.

Nursia juga menyebut bahwa hubungannya dengan BRI tidak berhenti pada akses pembiayaan. Melalui pendampingan Mantri BRI, ia bersama para pelaku usaha ikan lainnya di kawasan Jembatan Puri kemudian didorong untuk membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong melalui program Klasterku Hidupku.

Pembentukan klaster membuat para pelaku usaha tidak lagi menghadapi berbagai tantangan secara sendiri-sendiri. Klaster menjadi ruang bagi para anggota untuk bertukar informasi, mendiskusikan kendala usaha, dan mencari solusi bersama. Mereka juga memperoleh pelatihan mengenai penguatan merek, pengemasan produk, dan pemasaran, serta kesempatan mengikuti pameran UMKM BRI untuk memperluas pengenalan produk.

"Keikutsertaan dalam klaster menjadi babak baru bagi perkembangan usaha saya. Selain memperoleh akses pembiayaan, saya juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga keberlanjutan usaha," kata Nursia.

Salah satu hal yang paling diapresiasi Nursia dari kemitraannya dengan BRI adalah pendampingan para Mantri BRI. "Sejak awal bergabung, Mantri BRI sangat ramah dan hal yang paling membekas bagi saya adalah kesabaran para petugas dalam membantu mengatasi kendala administratif dan melengkapi persyaratan yang belum dipahami," ucapnya.

Pendampingan yang konsisten tersebut membuat Nursia merasa dihargai, bukan hanya sebagai nasabah, tetapi juga sebagai mitra usaha yang tumbuh bersama BRI. "Kami juga diajarkan cara berdagang secara online dan memasarkan produk melalui media sosial," kata Nursia.

"Pencapaian yang paling kami syukuri adalah dapat membayar kewajiban kepada bank tepat waktu setiap bulan tanpa catatan kredit bermasalah. Kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dan modal usaha juga tetap terjaga," ujar Nursia.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRI terus memperkuat ekosistem pemberdayaan untuk membantu UMKM memperoleh dukungan finansial, meningkatkan kemampuan usaha, dan memperluas akses pasar. Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai inisiatif, termasuk Klasterku Hidupku.

"BRI berkomitmen melakukan pemberdayaan UMKM secara menyeluruh melalui sinergi dukungan modal, penguatan modal sosial, dan transformasi digital sebagai solusi perluasan akses pasar. Melalui pendekatan tersebut, BRI berkomitmen mendampingi UMKM Indonesia agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu naik kelas secara berkelanjutan," tandas dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |