Lengkap! Ini Fakta Unik Proses Pemakaman Ali Khamenei dalam 6 Hari

5 hours ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

09 July 2026 20:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran menggelar prosesi pemakaman panjang untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Rangkaian ini berlangsung dalam enam hari dan ke beberapa kota, mulai dari Tehran, Qom, Najaf, Karbala, hingga berakhir di Mashhad.

Peti jenazah Khamenei dibawa menempuh jarak sekitar 2.600 kilometer, melintasi lima kota dan dua negara, dari Iran hingga Irak, sebelum kembali ke Mashhad untuk dimakamkan.

Prosesi tersebut tidak hanya menjadi acara duka negara. Rute yang dipilih membawa makna keagamaan dan politik yang kuat karena melewati sejumlah kota penting dalam tradisi Syiah, baik di Iran maupun Irak.

Khamenei meninggal pada 28 Februari 2026 setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam kediamannya di Tehran. Pemakaman baru digelar beberapa bulan kemudian karena perang membuat prosesi besar seperti ini sulit dilakukan.

Rangkaian pemakaman kemudian dimulai pada Jumat (3/7/2026) di Tehran dan berakhir pada Kamis (9/7/2026) di Mashhad.

3 Juli 2026: Penghormatan Kenegaraan Dimulai di Tehran

Rangkaian resmi dimulai pada Jumat (3/7/2026) di Tehran. Hari pertama ini diisi acara penghormatan kenegaraan yang dihadiri oleh para pejabat tinggi Iran, tokoh militer, ulama, serta tamu dari negara lain.

Acara pada hari itu dimulai dengan seremoni resmi di ibu kota Iran. Para pejabat senior, tamu khusus, dan delegasi asing datang memberi penghormatan kepada Khamenei serta menemui keluarga dekatnya.

Seremoni kenegaraan berlangsung sejak pagi hingga malam waktu setempat.

Jenazah Khamenei disemayamkan di sebuah aula besar di Tehran. Peti jenazahnya ditempatkan bersama peti jenazah sejumlah anggota keluarga yang juga tewas dalam serangan yang sama.

Hari pertama ini menjadi pembuka dari rangkaian panjang pemakaman.

Upacara perpisahan untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, Jumat (3/7/2026). (Office of the Iranian Supreme Leader via REUTERS)Upacara perpisahan untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, Jumat (3/7/2026). (Office of the Iranian Supreme Leader via REUTERS) Foto: (Office of the Iranian Supreme Leader via REUTERS)

4-5 Juli 2026: Penghormatan Publik di Grand Mosalla Tehran

Pada Sabtu (4/7/2026), prosesi masuk ke sesi yang lebih besar. Penghormatan dilakukan terbuka oleh publik yang dimulai di Imam Khomeini Grand Mosalla atau kompleks Mosalla Tehran.

Seremoni publik dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Atau sekitar pukul 09.30 WIB. Sejak pagi, para pelayat mulai berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.

Prosesi ini berlangsung selama dua hari, hingga Minggu. Sepanjang akhir pekan itu, Mosalla menjadi pusat duka nasional Iran. Pelayat datang bergantian, sementara aparat keamanan dan panitia sibuk mengatur arus masuk serta keluar dari kompleks tersebut.

Sebagai catatan, Grand Mosalla dipilih karena lokasi ini memang biasa dipakai untuk salat Jumat, kegiatan keagamaan besar, dan acara kenegaraan. Untuk prosesi Khamenei, area Mosalla disiapkan dalam skala yang lebih besar.

Sebuah panggung besar dipasang di halaman kompleks untuk menempatkan peti jenazah Khamenei dan peti jenazah lainnya.

Area di sekitar panggung diberi pembatas beton, sementara akses masuk dijaga ketat. Sistem pendingin juga dipasang untuk mengurangi cuaca panas yang dirasakan pelayat.

Peti jenazah Khamenei ditempatkan di atas podium bertingkat putih di aula salat besar.

Peti itu dihiasi sorban hitam Khamenei, bendera Iran, dan simbol duka.

Iranian President Masoud Pezeshkian with officials attend a prayer during a public farewell ceremony to pay their respects to late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, at the Imam Khomeini Grand Mosalla, in Tehran, Iran July 5, 2026. Office of the Iranian Supreme Leader/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. ISRAEL OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN ISRAEL. NO ACCESS FOR ISRAELI MEDIA. NO USE BBC PERSIAN. NO USE VOA PERSIAN. NO USE MANOTO. NO USE IRAN INTERNATIONAL. NO USE RADIO FARDA. DIGITAL: NO USE BBC PERSIAN. NO USE VOA PERSIAN. NO USE MANOTO. NO USE IRAN INTERNATIONAL. NO USE RADIO FARDA     TPX IMAGES OF THE DAYIranian President Masoud Pezeshkian with officials attend a prayer during a public farewell ceremony to pay their respects to late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, at the Imam Khomeini Grand Mosalla, in Tehran, Iran July 5, 2026. Office of the Iranian Supreme Leader/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. ISRAEL OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN ISRAEL. NO ACCESS FOR ISRAELI MEDIA. NO USE BBC PERSIAN. NO USE VOA PERSIAN. NO USE MANOTO. NO USE IRAN INTERNATIONAL. NO USE RADIO FARDA. DIGITAL: NO USE BBC PERSIAN. NO USE VOA PERSIAN. NO USE MANOTO. NO USE IRAN INTERNATIONAL. NO USE RADIO FARDA TPX IMAGES OF THE DAY Foto: VIA REUTERS/Office of the Iranian Supreme Le

6 Juli 2026: Prosesi Utama di Jalanan Tehran

Puncak prosesi di Tehran berlangsung pada Senin (6/7/2026). Pada awal pekan ini, peti jenazah dibawa keluar dari kompleks Mosalla dan diarak melewati jalan-jalan utama ibu kota Iran.

Prosesi utama menempuh rute sekitar 10 kilometer, dari Imam Hossein Square menuju Azadi Square. Rute ini melewati sejumlah daerah penting di Tehran dan menjadi titik berkumpulnya massa dalam jumlah besar.

Rangkaian Senin itu juga mencakup salat jenazah untuk Khamenei dan anggota keluarganya. Setelah dua hari disemayamkan di Mosalla, peti jenazah dibawa dalam konvoi terbuka melewati kerumunan pelayat.

Massa bergerak dari sisi timur menuju barat Tehran.

Sebuah kendaraan yang membawa peti jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarganya, melintas di tengah iring-iringan prosesi pemakaman Khamenei, yang tewas pada 28 Februari dalam serangan udara Israel dan AS, di Teheran, Iran, 6 Juli 2026. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)Sebuah kendaraan yang membawa peti jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarganya, melintas di tengah iring-iringan prosesi pemakaman Khamenei, yang tewas pada 28 Februari dalam serangan udara Israel dan AS, di Teheran, Iran, 6 Juli 2026. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS) Foto: Sebuah kendaraan yang membawa peti jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarganya, melintas di tengah iring-iringan prosesi pemakaman Khamenei, yang tewas pada 28 Februari dalam serangan udara Israel dan AS, di Teheran, Iran, 6 Juli 2026. (via REUTERS/Majid Asgaripour)

Banyak pelayat mengenakan pakaian hitam, membawa bendera Iran, poster Khamenei, serta simbol-simbol kedukaan. Sebagian lainnya membawa bendera dan poster dengan pesan perlawanan.

Rute prosesi sempat berubah karena kepadatan massa. Konvoi pemakaman semula diarahkan melewati Enghelab Street menuju Azadi Square, tetapi kemudian bergeser ke Azadi Street. Perubahan ini terjadi karena sejumlah ruas jalan tertutup oleh kerumunan.

7 Juli 2026: Jenazah Dibawa ke Qom

Setelah prosesi besar di Tehran, rangkaian berlanjut ke Qom pada keesokan harinya, Selasa (7/7/2026).

Kota ini merupakan salah satu pusat keagamaan terpenting di Iran dan menjadi pusat pendidikan ulama Syiah.

Prosesi di Qom dimulai dari Makam Hazrat Masoumeh, lalu bergerak menuju Masjid Jamkaran. Dua lokasi ini punya peran penting dalam tradisi Syiah Iran.

Makam Hazrat Masoumeh menjadi salah satu situs ziarah utama di Iran. Sementara Masjid Jamkaran memiliki nilai spiritual yang kuat untuk banyak penganut Syiah. Karena itu, pemindahan jenazah ke Qom memberi pesan keagamaan yang lebih kental setelah prosesi besar di pusat ibu kota.

Rangkaian di Qom berlangsung sepanjang hari.

Pelayat berkumpul di sekitar jalur prosesi, sementara aparat mengatur akses menuju dua titik utama tersebut. Kota ini menjadi tempat penghormatan dari kalangan ulama, santri, dan masyarakat religius Iran.

Setelah prosesi di Qom selesai, jenazah bergerak menuju Irak pada malam harinya. Jenazah Khamenei tiba di Bandara Internasional Najaf pada Selasa malam dan diterima dalam upacara resmi oleh pejabat senior Irak.

8 Juli 2026: Najaf Pagi, Karbala Sore

Pada Keesokan harinya, Rabu (8/7/2026), prosesi keluar dari Iran dan masuk ke Irak.

Ini menjadi salah satu tahap paling simbolik karena jenazah dibawa ke Najaf dan Karbala, dua kota suci dalam tradisi Syiah.

Di Najaf, prosesi dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat atau sekitar pukul 10.00 WIB.

Rutenya bergerak dari kawasan Kufa menuju Thawrat al-Ishreen Square, dekat kompleks Makam Imam Ali.

Najaf punya makna sangat besar dalam tradisi Syiah karena menjadi lokasi Makam Imam Ali.

Dalam prosesi ini, peti jenazah dibawa ke kompleks makam tersebut untuk rangkaian doa dan penghormatan keagamaan.

Prosesi di Najaf berlangsung sejak pagi. Setelah rangkaian di kawasan tersebut selesai, peti jenazah kemudian dibawa menuju Karbala untuk seremoni berikutnya pada sore hari.

Di Karbala, prosesi dimulai sekitar pukul 16.00 waktu setempat atau sekitar pukul 20.00 WIB. Rute bergerak dari Abu Mahdi al-Muhandis Street dan berakhir di Bayn al-Haramayn, kawasan di antara Makam Imam Hussein dan Makam Hazrat Abbas.

People unload the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, from a refrigeration vehicle, as people attend Khamenei's funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed SaadPeople unload the coffin of Iran's late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, from a refrigeration vehicle, as people attend Khamenei's funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad Foto: REUTERS/Ahmed Saad

Karbala memiliki posisi yang sangat kuat dalam memori Syiah karena terkait dengan kesyahidan Imam Hussein dalam Pertempuran Karbala. Karena itu, membawa jenazah Khamenei ke kota ini memberi nuansa martir dan perlawanan yang kental dalam rangkaian pemakaman.

Rangkaian di Irak tidak hanya berupa iring-iringan massa. Peti jenazah juga dibawa dalam ritual mengelilingi kompleks Makam Imam Ali, Imam Hussein, dan Hazrat Abbas. Doa, seremoni keagamaan, dan penghormatan publik berlangsung di masing-masing titik.

Rute ke Najaf dan Karbala juga memperlihatkan pengaruh Iran di Irak, terutama melalui jaringan kelompok bersenjata dan komunitas Syiah yang berada dalam cengkraman Tehran.

Di sepanjang jalur, kelompok milisi sekutu Iran ikut menjaga kerumunan, mengatur arus pelayat, serta membagikan makanan dan air untuk massa.

Dengan prosesi Najaf pada pagi hari dan Karbala pada sore hari, 8 Juli menjadi hari yang sangat padat. Dalam satu hari, jenazah melewati dua pusat spiritual paling penting dalam tradisi Syiah sebelum kembali ke Iran untuk pemakaman akhir.

9 Juli 2026: Pemakaman Akhir di Mashhad

Prosesi terakhir berlangsung pada Kamis (9/7/2026) di Mashhad, kota kelahiran Khamenei sekaligus salah satu kota tersuci di Iran.

Jenazah dibawa kembali dari Irak ke Iran untuk prosesi penutup di kompleks Makam Imam Reza. Kompleks ini menjadi salah satu situs ziarah paling penting dalam Syiah Imamiyah karena menjadi tempat pemakaman Imam Reza, imam kedelapan dalam tradisi tersebut.

Mashhad memiliki makna personal dan religius sekaligus.

Khamenei lahir di kota ini pada 1939 yang kemudian menghabiskan masa awal hidupnya di sana, dan pernah belajar di seminari keagamaan Mashhad sebelum melanjutkan pendidikan ke Qom.

Prosesi publik terakhir digelar di Mashhad sebelum Khamenei dan anggota keluarganya dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza. Lokasi ini juga menjadi tempat pemakaman mantan Presiden Iran Ebrahim Raisi, yang wafat dalam kecelakaan helikopter pada Mei 2024.

Prosesi pemakaman di Mashhad sekaligus menutup rangkaian keseluruhan prosesi.

Rangkaian yang Sarat Simbol

Prosesi pemakaman Khamenei disusun bukan hanya untuk mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Setiap kota dalam rute ini memiliki pesan yang sangat berarti.

Tehran menjadi panggung negara dan pusat mobilisasi massa. Qom menjadi simbol otoritas ulama Syiah Iran. Najaf dan Karbala menghubungkan Khamenei dengan pusat memori keagamaan Syiah di Irak. Mashhad menjadi penutup yang paling personal, karena kota itu adalah tempat kelahiran Khamenei dan rumah Makam Imam Reza.

Rangkaian ini juga menjadi operasi yang membutuhkan logistik sangat besar. Otoritas Iran disebutkan dari berbagai sumber, menyiapkan transportasi, lokasi akomodasi, layanan kesehatan darurat, rumah sakit lapangan, ambulans, hingga pusat media khusus untuk kebutuhan acara.

Dari Jumat hingga Kamis, prosesi ini memperlihatkan bagaimana Iran menggabungkan duka, agama, dan pesan politik dalam satu rangkaian besar. Pemakaman Khamenei menjadi penutup perjalanan pemimpin yang telah berkuasa 37 tahun sejak 1989, sekaligus momen penting dalam transisi kekuasaan Iran setelah perang.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |