Ledakan yang Renggut Ribuan Nyawa Ini Masih Misterius

1 day ago 7

Jakarta -

Ledakan truk pengangkut dinamit menjadi salah satu sejarah kelam Kolombia. Namun, hingga kini penyebab pasti ledakan masih misterius.

Dikutip dari laman Museum Nasional Kolombia, ledakan ini terjadi di kota Cali, Kolombia. Ledakan dahsyat ini terjadi pada tanggal 7 Agustus 1956, tepat pukul 01:05 dini hari waktu setempat.

Ledakan bermula dari tujuh truk militer milik Tentara Nasional yang membawa muatan 42 ton dinamit. Truk-truk tersebut berangkat dari Buenaventura, mereka sedang dalam perjalanan menuju Bogotá untuk proyek pekerjaan umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, sekitar 240.000 orang penduduk tengah tertidur. Tanpa disangka, dinamit tersebut meledak dengan kekuatan yang sangat dahsyat.

Ledakan tersebut menyebabkan kehancuran yang sangat parah. Beberapa bangunan penting di kota itu hancur. Gedung-gedung militer seperti Batalyon Codazzi, Polisi Militer, dan Brigade Ketiga lenyap seketika.

Delapan blok di sektor pemerintahan dan komersial hancur total. Tiga blok tambahan mengalami kerusakan berat akibat gelombang kejut ledakan tersebut. Kerugian material ditaksir mencapai seratus juta peso.

Selain itu, jumlah korban dalam tragedi ini sangat besar. Ada beragam versi soal jumlah korban. Namun, jumlah korban meninggal diperkirakan antara 2.000 hingga 15.000 orang. Sedangkan 4.000 orang mengalami luka-luka.

Peristiwa ini juga meninggalkan dampak politik yang cukup signifikan bagi Kolombia. Masyarakat terpolarisasi karena saling berbeda dalam menduga penyebab ledakan. Ledakan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Jenderal Gustavo Rojas Pinilla sembilan bulan kemudian.

Dokumentasi foto dari kejadian ini juga sempat ingin disita oleh dinas intelijen (SIC) untuk meminimalisir pemberitaan mengenai besarnya skala bencana tersebut.

Terkait penyebab ledakan, ada beragam versi yang muncul. Dari dugaan pemanasan berlebih (overheat) pada truk, kesalahan penanganan proyektil, hingga versi resmi pemerintah saat itu yang menyebut ada sabotase politik. Hanya saja, hingga kini penyebab ledakan masih misterius.

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |