CNBC Indonesia hari ini, Kamis (5/2/2026) menggelar Energy Outlook 2026. Acara ini tak lain guna membahas arah kebijakan energi Indonesia pada tahun ini. Acara ini turut melibatkan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan, baik regulator, pelaku usaha, hingga anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dan DPR/MPR RI. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno, yang mewakili Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memaparkan strategi untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Ia menyebut, realisasi produksi minyak siap jual (lifting) pada 2025 berhasil melampaui target APBN 2025 sebesar 605.300 barel per hari (bph). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pada sesi diskusi pertama, topik yang dibahas yaitu seputar arah kebijakan pada industri hulu hingga hilir minyak dan gas bumi (migas). Sesi ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, Anggota DEN periode 2026-2030 Satya Widya Yudha, dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman membeberkan keberhasilan pemerintah mencapai target lifting minyak pada 2025 lalu, setelah dalam sembilan tahun terakhir pemerintah gagal mencapai target lifting minyak yang telah ditetapkan pada APBN tahunan. Upaya dilakukan lewat penguatan tata kelola, optimalisasi lapangan eksisting dengan pemanfaatan teknologi, serta peningkatan pengawasan guna menangani berbagai persoalan di lapangan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sementara itu, Anggota DEN 2026-2030 Satya Widya Yudha menyampaikan mandat Presiden kepada DEN yakni untuk mendorong implementasi kebijakan energi nasional dan mempercepat transisi energi demi swasembada, kemandirian, serta ketahanan energi. DEN juga menargetkan penurunan ketergantungan pada BBM dan LPG impor yang diproyeksi naik hingga 2030, lewat peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik sesuai PP 40/2025. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dari sisi Pertamina, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza membeberkan strategi perseroan untuk meningkatkan produksi migas di hulu, menaikkan kapasitas produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) di hilir, serta mengoptimalkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Hal ini dilakukan dengan cara meningkatkan cadangan migas, di antaranya melalui penemuan cadangan migas "raksasa" alias giant discovery ladang migas di Wilayah Kerja (WK) Jambi Merang, memaksimalkan pengelolaan lapangan tua lewat teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), maupun menggenjot produksi di sumur Low Quality Reservoir (LQR). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pada sesi diskusi kedua menghadirkan empat pembicara yakni Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, VP Pengendalian RUPTL PT PLN (Persero) Ricky Faizal dan Deputi Bidang Hilirisasi Invenstasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Heldy Satrya Putera dengan topik pembahasan mengenai listrik dan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
"Kita harus mengembangkan nuklir. Seluruh dunia mengembangkan nuklir. Mereka maju, dan sudah paham, kita new in the block. Kita harus belajar, peningkatan human capital, pemahaman teknis untuk menentukan teknologinya dari AS Prancis, China, Jepang, ada muatan geopolitis. Ini pertimbangan kita," terang Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, tidak hanya nilai tambah, implementasi kebijakan mandatori biodiesel dengan campuran 40% (B40) juga memberikan devisa negara hingga Rp 130 triliun. "Ini penambahan devisanya mencapai Rp 130 triliun. Dan peningkatan untuk nilai tambahnya sebesar Rp 20,4 triliun. Dan alhamdulillah sudah menggerakkan tenaga kerja on-farm dan off-farm itu 1,8 juta bahkan hampir 2 juta orang ya," ujar Eniya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Vice President Pengendalian RUPTL PT PLN (Persero) Ricky Faizal menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh pemerintah. Salah satunya yakni melalui upaya menjaga keandalan pasokan listrik yang dibalut dengan transisi energi. Hal tersebut lanjutnya telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru 2025-2034 terkait pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Heldy Satrya Putera menyampaikan bahwa sejatinya Indonesia sangat terbuka untuk bisa membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). "Terkait investasinya sudah cukup banyak yang ingin bangun PLTN di Indonesia, kita ingin tentukan yang paling tepat, lokasi yang paling tepat, agar lebih menarik," kata Heldy dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

















































