Kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU, seiring meningkatnya kekhawatiran atas pasokan bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Dhaka, Bangladesh, Senin (6/4/2026).(REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Pemerintah Bangladesh telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah dengan mengurangi jam kerja kantor menjadi pukul 9.00 pagi hingga 4.00 sore hingga memerintahkan pasar dan pusat perbelanjaan tutup pada pukul 6.00 sore untuk menghemat listrik. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Untuk mengurangi konsumsi bahan bakar pembelian juga dibatasi dengan mempersingkat jam operasional SPBU untuk menghindari panic buying, penimbunan, dan antrean panjang. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Salah satu SPBU di Dhaka terlihat antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang akan mengisi bahan bakar mengular panjang sejak siang hari. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Melansir dari Reuters, para pejabat Bangladesh mengatakan langkah-langkah ini telah disetujui oleh kabinet pada Kamis lalu untuk untuk menstabilkan situasi energi di Bangladesh, yang sangat bergantung pada impor bahan bakar dan terpukul oleh volatilitas harga dan ketidakpastian pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Pemerintah juga telah memerintahkan pemotongan pengeluaran publik yang tidak penting dan mendesak pengurangan konsumsi listrik di industri, dengan pembatasan penerangan yang berlebihan. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)


















































