Komitmen Tekan Emisi, CGAS Gunakan PLTS dan Truk Berbahan Bakar Gas

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) turut mendorong pengurangan emisi karbon dengan menggunakan bahan bakar gas untuk distribusi gas milik perseroan. Direktur Operasi PT Citra Nusantara Gemilang Tbk, Mohammad Isa Safari mengungkapkan saat distribusi jika selama ini truk menggunakan bahan bakar diesel maka truk yang digunakan CGAS menggunakan gas dari perusahaan sendiri.

"Truk ini bisa menjangkau hingga 500 km dengan gas yang lebih ramah lingkungan. Setelah dihitung truk ini bisa mengurangi emisi CO2 dalam sebulan hingga 50 ton CO2 dibandingkan truk diesel setara menanam 2.500 pohon per bulan atau 30.000 per tahun," jelas Isa dikutip Selasa (20/1/2026).

Bukan hanya itu saja, sejak 2019 Kantor Operasional CGAS sudah menggunakan PLTS dengan solar panel 25KWP yang ditujukan untuk kebutuhan operasional Perseroan sehari-hari.

"Selain itu kini dari matahari juga ada pemasangan charging station untuk kendaraan listrik," tegas Isa.

Ke depan, CGAS akan terus memperluas jumlah Compressed Natural Gas (CNG) Station, dengan fokus utama di wilayah utara Pulau Jawa. Sementara itu, untuk wilayah Selatan yang terdiri dari Jawa Timur dan Jawa Tengah CGAS akan memperbanyak pengembangan CNG Hub.

"Ke depan CNG bukan hanya di daerah utara yang terdistribusi namun hingga selatan untuk mereka yang butuh LNG. Sudah ada exsisting dan perluasan nanti ke hub-hub lainnya. Apalagi rencana kami ke depan akan diservikasi produk dari CNG ke LNG, apalagi ada plant di Karawang yang masih kontruksi, akan commissioning di kuartal 4 2026. Selain LNG juga di Karawang, ada di Sumatera sekitar 2027-2028," pungkas dia.

Sebagai informasi, CNG station merupakan pusat pengisian dan kompresi gas sebelum didistribusikan ke pelanggan industri di berbagai wilayah. Adapun Plant Cikarang didirikan pada 2006 dengan kapasitas awal 0,5 Million Standard Cubic Feet per Day (mmscfd) dan bertahap hingga 2 mmscfd, yang saat ini menjadi 5 mmscfd, yang merupakan peningkatan. Tidak hanya dari sisi teknis, kapasitas itu menunjukkan penetrasi CGAS yang semakin luas.

Adapun dalam melayani konsumen, CGAS memiliki standarisasi kualitas. Pertama gas diambil dari pipa kemudian melewati proses fiberisasi untuk memfilter partikel-partikel padat.

Kemudian masuk dalam dehydration system untuk mengurangi kadar air dalam gas itu sebelum masuk compressor. Lalu masuk filling station ke Gas transfer modul dengan berbagai variasi ukuran.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |