Komisi III DPR Minta Kemenkes Biayai Penuh Pengobatan Andrie Yunus

2 hours ago 2
Jakarta -

Komisi III DPR meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut mengambil langkah terkait penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Komisi III DPR meminta Kemenkes membiayai penuh pengobatan terhadap Andrie Yunus.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPR Habiburokhman saat konferensi pers usai rapat khusus di Komisi III DPR, Kompleks DPR, Jakarta, Senin (16/3/2026). Habiburokhman meminta Kemenkes menanggung seluruhnya pengobatan Andrie Yunus.

"Komisi III DPR RI meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menjamin seluruh biaya pengobatan terkait dan pemulihan kesehatan Saudara Andrie Yunus," ucap Habiburokhman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, ia juga meminta Polri dan LPSK bekerja sama melindungi Andrie Yunus, keluarganya, dan KontraS. Dengan begitu, kata dia, tidak terjadi serangan lanjutan.

"Komisi III DPR RI meminta Polri dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk berkoordinasi dan memberikan perlindungan khusus bagi Saudara Andrie Yunus beserta keluarga, organisasinya, serta pihak-pihak lainnya untuk menjamin keamanan agar tidak terjadi kekerasan lanjutan terhadap mereka," ucap dia.

Ia juga memastikan Komisi III DPR akan terus mengawal kasus tersebut. Komisi III DPR menekankan keadilan harus ditegakkan.

"Komisi III DPR RI akan terus mengawal penanganan kasus penyerangan air keras terhadap Saudara Andrie Yunus untuk memastikan ditegakkannya hukum, kebenaran, dan keadilan bagi Saudara Andrie Yunus dengan melakukan rapat kerja dan rapat dengar pendapat secara berkala dengan aparat penegak hukum terkait," ucapnya.

Bahaya Foto AI Pelaku Penyiraman Air Keras

Lebih lanjut, Habiburokhman juga menyoroti ramainya beredar foto-foto pelaku penyiraman air keras yang ternyata hasil foto artificial intelligence atau AI. Ia menekankan foto AI tersebut berbahaya.

"Iya, saya pikir bisa bahaya ya AI ini apabila kita biarkan ya, bahkan kita ikut menyebarkan karena bisa membingungkan masyarakat. Yang saya khawatirkan bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ada orang yang mirip begitu digebukin rame-rame nanti kan," kata Habiburokhman.

Ia meminta Polri tidak diam saja. Ia mendorong Polri melakukan counter atas foto-foto yang tidak benar tersebut.

"Jadi saya minta Polri khususnya Bidang Humas untuk secara gencar ya meng-counter lalu menjelaskan kepada publik setiap perkembangan informasi yang tidak tepat," ujar dia.

"Saya saja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran ya, ternyata saya cek, saya telepon, 'oh itu AI Pak' kata temen-temen di Polri. Jadi apalagi di masyarakat ya, saya minta tolong ya situasi seperti ini harus sangat responsif ya temen-temen Polri ya, merespons ini," lanjut dia.

Seperti diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh dua orang pelaku di Jakpus, Kamis (12/3) malam. Peristiwa itu terjadi saat Andrie dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

(maa/dwr)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |