Kejagung: Febrio Adiono Pegawai, Bukan Jaksa

2 hours ago 1
Jakarta -

Nama Febrio Adiono ramai dibicarakan setelah sosoknya diduga menjadi salah satu pengantar jasad Sutrimo, pria yang tewas di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sosok Febrio rupanya merupakan staf administrasi yang bekerja di kantor Kejagung RI.

Kepastian sosok Febrio merupakan staf administrasi di kantor Kejagung RI dikonfirmasi oleh Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna. Dalam sesi doorstop dengan wartawan di Gedung Utama Kejagung RI hari ini, Jumat (7/8/2026), Anang membenarkan jika sosok Febrio bekerja di kantor Kejagung RI.

"Yang namanya saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," kata Anang saat menjawab pertanyaan wartawan terkait sosok Febrio adalah ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, di Gedung Utama Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, di Gedung Utama Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). (Kurniawan Fadilah/detikcom)

Anang kemudian menjelaskan bahwa Febrio juga merupakan ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Usai Febrie tersangkut masalah TPPU, Febrio kini hanya bertugas sebagai staf administrasi.

"Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya)," ujar Anang.

Sementara mengenai sosok Sutrimo, Anang mengaku sama sekali tidak mengenalnya. Apalagi menyangkut status Sutrimo yang disebut-sebut sebagai kepala rumah jaga (Karumga) Febrie.

"Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu," imbuhnya.

Sebagai informasi, Sutrimo merupakan sosok laki-laki yang tewas dengan mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sampai saat ini kematiannya masih menjadi misteri.

Penyebab kematian Sutrimo pun kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Sementara di media sosial, Sutrimo ramai disebut kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.

Sutrimo mulanya ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Lalu Sutrimo dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, dan dinyatakan telah tak bernyawa.

Kasus ini sontak menjadi sorotan dan menjadi perbincangan hangat publik. Polisi masih mengumpulkan kepingan-kepingan informasi untuk mengungkap kejadian sebenarnya di balik kematian Sutrimo.

Berbagai pihak mendesak dan mendukung pengusutan kematian Sutrimo hingga tuntas. Mulai dari koalisi masyarakat sipil hingga DPR RI.

Kasus ini ditangani penyidik gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan bersama Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri.Sejauh ini, sebanyak lima orang telah diperiksa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan saat ini pihaknya telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pengemudi ambulans yang membawa korban dari depan Klinik Mordent, Jakarta Selatan.

Lima saksi yang telah dimintai keterangan adalah AZ dan MOP selaku pengemudi ambulans, MZ selaku pemilik perusahaan ambulans, MA yang diketahui sempat berkomunikasi dengan S, serta AAS selaku pengemudi ambulans yang membawa S dari klinik menuju rumah sakit.

"Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum S dibawa ke rumah sakit hingga proses pengantaran jenazah ke Banyumas," kata Budi Hermanto, Jumat (31/7/2026).

Selain memeriksa para saksi, penyelidik mengundang dokter berinisial IK dan seorang pemilik perusahaan ambulans berinisial S untuk memberikan klarifikasi. Sejumlah barang yang diamankan dari lokasi antara lain obat-obatan, dua botol natrium klorida, satu unit SSD, dan beberapa helai rambut.

"Proses penyelidikan masih berlangsung. Penyelidik akan melanjutkan klarifikasi terhadap dokter dan saksi lainnya, melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV, serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik," ujar Budi.

Selain itu, petugas bersama Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan dan Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara di Klinik Mordent pada Senin (27/7).

Sejumlah barang diamankan, sementara rekaman CCTV dari klinik dikumpulkan untuk pemeriksaan digital forensik. Polisi juga telah meminta rekaman kamera pengawas dari RS Muhammadiyah Taman Puring.

(fca/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |