Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Nyepi identik dengan perenungan dan penyucian diri yang dirayakan dengan cara unik yaitu dengan melakukan Catur Brata Penyepian.
Nyepi adalah perayaan Tahun Baru Saka yang dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali. Berbeda dengan perayaan hari besar lainnya yang identik dengan kemeriahan, Nyepi justru dirayakan dalam suasana hening dan penuh ketenangan.
Kota yang paling dikenal sebagai pusat perayaan Nyepi di Indonesia adalah Bali, di mana tradisi ini sangat kental dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Hindu.
Selama Nyepi, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pengendalian diri dengan tidak bekerja, tidak bepergian, tidak makan, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengotori diri.
Maka selama perayaan Nyepi, Bali menjadi sangat sunyi, dengan jalanan kosong, lampu padam, dan toko-toko tutup selama 24 jam.
Dengan berhentinya aktivitas ekonomi selama 24 jam, tentu Bali akan kehilangan nilai perputaran ekonomi.
Diketahui, pariwisata merupakan pendorong utama perekonomian Bali, dengan bisnis terkait pariwisata menyumbang 80% dari total ekonomi.
Perputaran uang dan ekonomi Bali per hari sangat dipengaruhi oleh pariwisata, dengan rata-rata pengeluaran per hari wisatawan domestik di Bali bisa mencapai Rp 800.000 hingga Rp 1.000.000, sementara wisatawan mancanegara menghabiskan lebih dari Rp 1.000.000 per hari.
Sebagian besar pengeluaran Wisatawan Domestik (Wisnus) dialokasikan untuk akomodasi, makanan dan minuman. Sementara Wisatawan Mancanegara (Wisman) menghabiskan untuk belanja di Denpasar, dengan pengeluaran lainnya lebih banyak untuk atraksi wisata.
Pada tahun 2024, Bali telah kedatangan 6.333.360 wisatawan mancanegara, meningkat signifikan +20,10% dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebanyak 5.273.258.
Berdasarkan data jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) tahun 2024 yang mencapai 6.333.360 orang dengan rata-rata pengeluaran Rp1.000.000 per wisman, maka perputaran ekonomi Bali mencapai sekitar Rp6,33 triliun per hari.
Pada tahun 2024, perekonomian Bali tumbuh 5,48%, melampaui pertumbuhan nasional 5,03%, menunjukkan ketahanan dan potensi Bali. Pertumbuhan ini juga didorong oleh sektor pariwisata dan investasi.
PDRB Bali pada triwulan IV 2024 atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp 78,36 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK 2010=100) sebesar Rp 43,83 triliun.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)