Sebuah ambulans bersiap berangkat membawa seorang wanita yang ditembak dan tewas oleh petugas imigrasi AS (ICE) di Minneapolis, Minnesota, AS, Rabu (7/1/2025) waktu setempat. (via REUTERS/Venus de Mars)
Insiden berdarah ini terjadi di tengah gelombang operasi besar-besaran terhadap imigran yang diperintahkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, yang kini memicu bentrokan terbuka antara otoritas lokal dan pemerintah pusat. (REUTERS/Tim Evans)
Pemerintah federal melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) bergerak cepat mengklaim bahwa penembakan tersebut adalah tindakan membela diri. Juru bicara DHS, Tricia McLaughlin, menyebut pengemudi tersebut sebagai "perusuh yang kejam" yang mencoba menabrak petugas dalam apa yang ia gambarkan sebagai aksi terorisme domestik. (REUTERS/Tim Evans)
Korban diidentifikasi bernama Renee Nicole Good, seorang warga lokal yang dikenal sangat penyayang oleh pihak keluarga. Ibunda korban, Donna Ganger, menegaskan bahwa putrinya bukanlah tipe orang yang akan melakukan konfrontasi fisik, apalagi menyerang agen federal. Kesaksian warga di sekitar lokasi juga menggambarkan suasana mencekam saat tim medis mencoba melakukan resusitasi jantung paru (CPR) terhadap korban di dekat tumpukan salju sebelum ia dinyatakan meninggal dunia. (REUTERS/Tim Evans)
Insiden ini langsung memicu gelombang protes dari ratusan warga yang turun ke jalan. Aksi unjuk rasa tersebut ditanggapi dengan tindakan represif oleh agen federal bersenjata lengkap yang menggunakan gas air mata dan bahan kimia iritan lainnya untuk membubarkan massa. (REUTERS/Tim Evans)
Operasi besar-besaran di Minnesota ini melibatkan sekitar 2.000 petugas federal yang dikerahkan untuk menangkap tersangka penipuan kesejahteraan, pembunuh, hingga anggota geng. Langkah ini menyusul tuduhan penipuan bantuan sosial berskala besar yang melibatkan imigran Somalia, kelompok yang sebelumnya sempat mendapatkan label negatif dari Presiden Trump. (REUTERS/Tim Evans)
















































