Kebakaran Data Center Raksasa, Data 20 Tahun Lenyap Seketika

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah fasilitas data center besar di India terbakar awal bulan ini. Bencana itu membuat data sulit dipulihkan, termasuk yang disimpan hampir 20 tahun terakhir.

Fasilitas data center STT Global Data Centres itu dimiliki ST Telemedia dan Tata Communications. Para pemilik juga telah mengaktifkan rencana keberlangsungan bisnis untuk membatasi gangguan setelah kebakaran terjadi.

Matrix Celluler yang menjadi salah satu klien pusat data menjadi korban yang terdampak kebakaran. Perusahaan penjual kartu SIM internasional menjelaskan pihaknya kesulitan memulihkan data mereka yang berusia lebih dari dua dekade.

Google Cloud juga terdampak kejadian ini. Reuters mengutip sebuah sumber mengatakan layanan itu mengalami beberapa gangguan jaringan di India terkait dengan kebakaran tersebut.

"Kebakaran itu sangat parah dan menyebabkan kerusakan yang luas, serta menghambat layanan," kata unit Tata Communications, Novamesh dalam surat kepada Matrix Cellular, dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2026).

Surat itu juga menyebut tingkat kerusakan akibat kebakaran membuat perushaan kesulitan melakukan pemulihan data dan sistem yang terdampak.

STT Global Data Centres India memastikan memberikan dukungan pada pelanggan yang terdampak. Termasuk membantu memindahkan ke kapasitas alternatif jika memungkinkan.

Dari analisa awal disebutkan bahwa dampak terbatas hanya pada satu ruang data dan infrastruktur terkait. Sementara Tata Communications mengatakan layanan semua pelanggan telah pulih, termasuk untuk pencadangan.

Hingga kini belum ada informasi penyebab kebakaran. Namun pihak pemadam kebakaran Delhi menduga kebakaran berasal dari unit baterai lithium.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |