Kantor 'Hantu' di Kawasan CBD Jakarta Mulai Berkurang, Ini Tandanya

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar perkantoran di Jakarta mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas bisnis yang kembali meningkat dan kebijakan kerja dari kantor yang perlahan dihidupkan kembali menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan permintaan ruang kantor, terutama di kawasan pusat bisnis atau Central Business District (CBD).

Data pasar menunjukkan bahwa penyerapan ruang kantor bersih atau net take-up di wilayah CBD Jakarta mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Keterbatasan pasokan proyek baru juga turut berperan dalam menahan laju kekosongan ruang, sehingga tingkat hunian perlahan membaik.

"Permintaan ruang kantor tahun lalu naik cukup signifikan dibandingkan 2024, sementara suplai baru sangat terbatas sehingga tingkat hunian di CBD meningkat," Head of Research & Consultancy CBRE Indonesia Anton Sitorus dalam konferensi pers di Mori Tower Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh perubahan kebijakan perusahaan yang mulai mendorong karyawan kembali bekerja dari kantor. Peralihan dari sistem kerja jarak jauh menuju pola hybrid bahkan full office dinilai memberi dampak langsung terhadap kebutuhan ruang. Gedung-gedung baru dengan fasilitas premium menjadi yang paling cepat menyerap tenant.

"Kenaikan harga sewa mulai terlihat di gedung-gedung baru yang kualitasnya bagus dan jadi incaran tenant yang sedang berkembang," katanya.

Sementara itu, gedung lama cenderung masih menghadapi tekanan harga sewa. Pemilik bangunan harus lebih fleksibel dalam negosiasi untuk mempertahankan tingkat hunian. Perbedaan kualitas fasilitas dan lokasi menjadi pembeda utama di pasar saat ini.

Dari sisi angka, tingkat okupansi perkantoran di CBD Jakarta tercatat berada di kisaran pertengahan 70%. Dengan pasokan baru yang relatif terbatas dalam beberapa tahun mendatang, peluang kenaikan okupansi dinilai masih terbuka.

Anton memperkirakan tren ini akan berlanjut apabila pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil dan aktivitas korporasi terus meningkat. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi desain ruang kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan modern.

Pasar non-CBD juga menunjukkan perbaikan meski dengan kecepatan yang lebih lambat. Okupansi sempat turun pada tahun sebelumnya, namun mulai kembali naik seiring berkurangnya tambahan pasokan baru dan permintaan yang kembali positif.

"Secara singkat bisa dibilang pasar perkantoran Jakarta sudah mulai menunjukkan perbaikan, baik di CBD maupun non-CBD, meski prosesnya masih bertahap," ujar Anton.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |