Kakorlantas Ungkap Strategi Kelola Arus Mudik di Pelabuhan, Terapkan Delay System

5 hours ago 4

Jakarta -

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkap sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik di pelabuhan penyeberangan saat Lebaran 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan delay system guna mencegah antrean kendaraan yang terlalu panjang menuju pelabuhan.

Hal itu disampaikan Irjen Agus dalam konferensi pers Persiapan Mudik Lebaran di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). Ia mengatakan strategi delay system ini disiapkan untuk menghadapi potensi gangguan, terutama jika terjadi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses penyeberangan kapal.

"Ini kaitannya dengan penyeberangan pelabuhan, baik di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, sampai di luar Jawa. Ketika kita bicara cuaca ekstrem, yang sangat terdampak adalah satu, di pelabuhan. Apabila di pelabuhan cuaca ekstrem tidak bisa mendistribusikan kendaraan dari Merak ke Bakauheni, itu akan terjadi penumpukan, akan terjadi antrean yang cukup ekstrem," kata Irjen Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, Korlantas Polri bersama seluruh stakeholder terkait telah menyiapkan berbagai skenario penanganan. Skema tersebut dibagi dalam beberapa kondisi, mulai dari situasi normal atau hijau, situasi kuning, hingga situasi merah jika terjadi gangguan serius.

"Sehingga ada cara bertindak, yang tadi sudah disampaikan Bapak Kapolri, ada situasi hijau, situasi kuning, dan merah. Bila kondisi ekstrem, Korlantas Polri dengan stakeholder sudah mempersiapkan emergency plan. Jadi antrean di tol seperti apa, penyiapan daripada alat-alat yang nanti akan mendukung, termasuk traffic accident analysis," ujarnya.

"Justru yang sangat menjadi perhatian adalah penyeberangan pelabuhan. Bila 1 jam saja mendistribusikan kendaraan dari Merak ke Bakauheni terhambat, itu akan terjadi antrean panjang. Antrean panjang itulah yang akan kita kelola dengan manajemen rekayasa lalu lintas," lanjutnya.

Salah satu langkah utama yakni akan diterapkan adalah delay system. Sistem ini dilakukan dengan menahan atau memperlambat laju kendaraan menuju pelabuhan dengan memanfaatkan rest area di sepanjang jalur tol menuju Merak.

"Jadi sepanjang Cikupa sampai Banten itu ada tiga rest area. Tiga rest area itu kita pakai. Begitu tidak bisa menyeberang, akan kita simpan kendaraan yang dari Jakarta, kita simpan di rest area, kita perlambat," ucapnya.

Irjen menjelaskan terdapat tiga rest area di sepanjang jalur Cikupa hingga Banten yang akan digunakan sebagai titik penahanan kendaraan. Kendaraan yang datang dari arah Jakarta akan diarahkan untuk menunggu sementara di rest area tersebut jika penyeberangan belum dapat dilakukan.

"Dari rest area 68. Rest area 68 penuh, kita simpan di rest area 43. 43 penuh, kita simpan di rest area 13," ujarnya.

Apabila kondisi ekstrem membuat penyeberangan terhenti dalam waktu cukup lama, Korlantas juga menyiapkan buffer zone di sejumlah titik. Area tersebut berfungsi sebagai lokasi parkir sementara agar antrean kendaraan tidak menumpuk panjang hingga ke jalan utama.

"Sampai apabila beberapa jam tidak jalan lagi karena kondisi ekstrem, kita menyiapkan buffer zone. Buffer zone itu tempat-tempat parkir sehingga tidak terjadi antrean panjang. Jadi dari situasi normal hingga kuning dan merah, negara sudah siap untuk melayani masyarakat yang terbaik. Kira-kira demikian," ucap Irjen Agus.

Irjen Agus Polri menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menyukseskan Operasi Ketupat 2026 dengan tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Berbagai instansi, mulai dari kementerian terkait hingga Mabes Polri, telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.

"Maka dari itu, kata kunci bagaimana suksesi untuk 2026 yang pertama adalah kolaborasi. Dari kementerian, Mabes Polri, dan lembaga sudah menyiapkan dan mengevaluasi langkah-langkah ke depan," kata Irjen Agus.

"Jadi Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik. Operasi Ketupat adalah negara hadir memastikan bahwa negara menjamin, mengamankan momentum daripada momentum sosial dan spiritual. Jadi rangkaian daripada bulan suci Ramadan, Idul Fitri, hingga hiruk-pikuk harus aman dari sisi kriminalitas dan tertib di bidang lalu lintas," sambungnya.

(eva/hri)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |