Jet Tempur F-35 Laris Manis! Pengiriman Pecah Rekor, Dunia Berebut

18 hours ago 3

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

10 January 2026 10:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengiriman jet tempur F-35 Lightning II mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Berdasarkan laporan Lockheed Martin selaku produsen jet tempur generasi kelima tersebut, sepanjang 2025 perusahaan berhasil mengirimkan 191 unit F-35, melampaui rekor pengiriman sebelumnya yang tercatat sebanyak 142 unit.

Capaian ini mencerminkan besarnya skala industri aviasi militer Amerika Serikat (AS), baik dari sisi kapasitas produksi maupun posisi dominan F-35 dalam sistem pertahanan global.

Dalam keterangan resminya yang dikutip dari PR Newswire, Lockheed Martin menyebut laju produksi tahunan F-35 kini lima kali lebih cepat dibandingkan pesawat tempur sekutu lainnya yang masih berada dalam tahap produksi.

Di balik capaian tersebut, Lockheed Martin tidak bekerja sendiri. Sebagai kontraktor utama sekaligus penggerak utama program F-35 Lightning II, Lockheed Martin menjalin kemitraan erat dengan tiga raksasa industri pertahanan global, yakni BAE Systems, Northrop Grumman, dan RTX.

Masing-masing mitra memegang peran krusial dalam memastikan keberhasilan program F-35, mulai dari tahap pengembangan, produksi, integrasi sistem, hingga pemeliharaan jangka panjang armada global.

Pencapaian tersebut hadir setelah program F-35 lebih dulu mencatat tonggak penting berupa satu juta jam terbang pada awal tahun.

Sepanjang 2025, tim program F-35 juga berhasil menghadirkan perangkat lunak paling canggih hingga saat ini melalui penyelesaian TR-3, sembari mempertahankan armada global F-35 yang jumlahnya hampir mencapai 1.300 pesawat dan terus bertambah.

Yang terpenting, F-35 terus membuktikan keandalannya melalui keterlibatan langsung dalam operasi tempur di dunia nyata.

Permintaan global yang terus tumbuh

Permintaan global terhadap jet tempur F-35 terus menunjukkan tren peningkatan. Para pelanggan internasional meunjukkan kepercayaan mereka terhadap platform tempur generasi kelima ini dengan memperluas ukuran armadanya.

Italia dan Denmark, misalnya, masing-masing menambah 25 dan 16 unit F-35 ke dalam armada mereka. Selain penambahan unit, sejumlah negara juga mencatatkan tonggak penting dalam implementasi program F-35 sepanjang 2025.

Finlandia merayakan peluncuran F-35 pertamanya sebagai langkah awal integrasi ke dalam sistem pertahanan nasional. Belgia menyambut kedatangan unit F-35 pertamanya yang telah ditempatkan di dalam negeri, sementara Norwegia menuntaskan seluruh pengiriman armada F-35.

Di sisi kontrak dan keberlanjutan program, pada September 2025, Joint Program Office (JPO) F-35 dan Lockheed Martin mencapai kesepakatan final untuk Lots 18-19 dalam produksi dan pengiriman hingga 296 unit F-35 senilai US$24 miliar.

Kesepakatan ini menandai finalisasi kontrak produksi terbesar dalam sejarah program F-35. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati pemberian kontrak Air Vehicle Sustainment pada tahun ini, yang mendukung kegiatan pemeliharaan tahunan di seluruh ekosistem F-35 untuk 2025 dan seterusnya.

Dalam pernyataan resminya, Wakil Presiden dan Manajer Umum Program F-35 Lightning II, Chauncey McIntosh, menyampaikan kebanggaannya atas kinerja program tersebut.

"Saya sangat bangga terhadap seluruh ekosistem F-35 karena mampu memenuhi komitmen produksi kami, menunjukkan kinerja yang unggul, serta memperluas kemitraan global sepanjang 2025," kata Chauncey McIntosh dikutip dari PR Newswire.

Lebih lanjut, McIntosh menegaskan komitmen Lockheed Martin dalam mendukung kebutuhan operasional militer.

"Seiring para prajurit terus mengoperasikan F-35 untuk melindungi kepentingan Amerika Serikat dan sekutu kami di seluruh dunia, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi terbaru ke tangan para prajurit guna menghadapi dan mengalahkan setiap ancaman," ujarnya.

Mengenal Lebih Dalam Jet Tempur F-35

F-35 merupakan salah satu jet tempur paling canggih di dunia saat ini. Pesawat ini dikenal sebagai platform tempur paling mematikan, paling mampu bertahan, dan paling terhubung, yang dirancang untuk memberikan keunggulan maksimal bagi pilot dalam menghadapi berbagai ancaman, sekaligus memastikan mereka dapat menyelesaikan misi dan kembali dengan selamat.

Di tengah perkembangan kapabilitas militer negara-negara pesaing serta semakin menua­nya pesawat tempur generasi lama, kehadiran F-35 menjadi elemen krusial dalam menjaga dominasi udara untuk beberapa dekade ke depan.

Untuk memastikan keandalan tersebut, tim F-35 menghadirkan sistem pemeliharaan terintegrasi agar pesawat selalu siap menjalankan misi kapan pun dan di mana pun. Dengan prinsip bahwa setiap menit sangat berarti, pusat operasi Lockheed Martin yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, bersama para insinyur pemeliharaan, bekerja erat dengan para pengguna guna menjawab tantangan baru serta memenuhi kebutuhan operasional di lini penerbangan.

Tiga Varian F-35 dan Peruntukannya

F-35 dikembangkan dalam tiga varian utama, yakni F-35A, F-35B, dan F-35C, yang masing-masing dirancang untuk kebutuhan operasi yang berbeda.

F-35A Lightning II

F-35A dirancang untuk beroperasi dari landasan pacu pada umumnya. Varian ini merupakan yang paling banyak digunakan, baik oleh Angkatan Udara Amerika Serikat maupun oleh negara sekutunya.

F-35B Lightning II

F-35B memiliki kemampuan lepas landas jarak pendek dan mendarat secara vertikal, seperti helikopter. Kemampuan ini memungkinkan F-35B beroperasi dari pangkalan dengan fasilitas terbatas, landasan yang pendek, serta berbagai jenis kapal yang mampu mendukung operasi udara.

Varian ini dioperasikan oleh Korps Marinir Amerika Serikat, Inggris, dan Angkatan Udara Italia.

F-35C Lightning II

Sebagai jet tempur siluman pertama milik Angkatan Laut AS sekaligus satu-satunya pesawat tempur generasi kelima dengan jangkauan jauh yang dirancang khusus untuk operasi kapal induk, F-35C dibangun secara khusus untuk kebutuhan tersebut. Varian ini dioperasikan secara eksklusif oleh Departemen Angkatan Laut Amerika Serikat.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/luc)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |