Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat membatalkan tiket pertandingan yang semula dialokasikan untuk penggemar sepakbola asal Iran, hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia dimulai. Federasi sepak bola Iran mengatakan pembatalan tersebut membuat fans tak bisa menonton pertandingan tim nasional mereka.
Piala Dunia sendiri akan dimulai Kamis, 11 Juni. Iran memainkan dua pertandingan pertama di Grup G yang akan berlangsung di Los Angeles, melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni.
Dalam sebuah pernyataan, federasi Iran mengatakan bahwa mereka telah memulai proses penjualan tiket untuk pertandingan tersebut. Namun, perubahan yang mendadak ini membuat mereka tidak lagi bisa menjual tiket kepada penggemar.
"Mencabut akses pendukung Iran terhadap alokasi tiket yang resmi dan sah mereka merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat Piala Dunia dan prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta," kata FFIRI dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
"Pembatalan tiket ini menimbulkan pertanyaan serius tentang campur tangan pertimbangan non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan acara sepak bola terbesar di dunia."
Setiap federasi peserta di Piala Dunia menerima 8% tiket untuk setiap pertandingan mereka yang akan dialokasikan kepada penggemar sesuai dengan kriteria mereka sendiri.
FFIRI tidak menyebutkan siapa yang membuat keputusan untuk menahan tiket tersebut, namun mereka mendesak FIFA untuk mematuhi "prinsip netralitas, keadilan, dan peraturan yang telah ditetapkan". Mereka juga menyerukan agar FIFA mencegah masalah di luar lapangan menodai turnamen tersebut.
Partisipasi Iran di Piala Dunia telah diwarnai ketidakpastian sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap negara tersebut pada akhir Februari.
FFIRI bernegosiasi untuk memindahkan Kamp pelatihan Iran dipindahkan dari Arizona ke Meksiko, karena ketidakpastian mengenai apakah mereka akan diberikan visa AS.
Setelah berminggu-minggu ketidakpastian, AS memberikan visa kepada semua pemain Timnas Iran, hanya berselang 10 hari sebelum pertandingan pertama mereka. Meski begitu, sejumlah anggota staf visanya ditolak.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

















































