Jelang Idul Adha, Wamentan Minta Tak Potong Sapi Betina Produktif

3 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, meminta para peternak dan masyarakat tidak memotong sapi betina produktif menjelang Idul Adha. Sudaryono menilai hal itu penting untuk menjaga populasi tenak nasional.

Hal itu disampaikan Sudaryono dalam Kontes Sapi APPSI di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026). Dia menegaskan pemotongan sapi betina dapat menghambat peningkatan populasi sapi dalam negeri.

"Menjelang Idul Adha, tolong jangan dipotong sapi betinanya. Yang dipotong adalah sapi pejantannya," kata Sudaryono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, salah satu alasan Indonesia masih melakukan impor daging dan susu, karena populasi sapi hidup belum mencukupi kebutuhan nasional. Sebab itu, keberadaan sapi betina produktif harus dijaga.

"Kenapa kita masih impor? Karena populasi sapi hidup kita lebih sedikit dibanding kebutuhan. Maka betinanya harus dijaga," ujarnya.

Selain itu, Sudaryono juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ternak, termasuk melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Dia menilai biaya vaksin jauh lebih kecil dibanding nilai ekonomi sapi.

"Satu vaksin harganya sekitar Rp 25 ribu. Dibandingkan sapi yang nilainya bisa puluhan hingga ratusan juta, itu sangat kecil," jelasnya.

Dia pun mendorong peternak tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Namun juga aktif melakukan pencegahan penyakit sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan kebutuhan peternak, mulai dari perbaikan kandang hingga dukungan teknis lainnya.

"Kalau ada masalah di kandang atau kebutuhan lain, tolong disampaikan. Kita ingin setelah acara ini ada perbaikan nyata," katanya.

Sudaryono mengatakan sektor peternakan memiliki peluang besar seiring meningkatnya kebutuhan protein hewan. Dia mengajak pelaku usaha tak hanya fokus pada penggemukan, tetapi juga mengembangkan sapi perah.

"Sekarang susunya pasti laku, dagingnya pasti laku. Ini peluang besar untuk investasi di peternakan," imbuhnya.

(bel/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |