Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari berjanji akan lebih pro aktif dalam hal komunikasi pemerintahan. Hal ini diungkapkan saat acara serah terima jabatan, di Kantor Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Qodari menyoroti pernyataan seorang pengamat di media sosial terhadap langkah presiden menunjuk dirinya sebagai Kepala Bakom RI dan Hasan Nasbi sebagai Pansihat Khusus Presiden bidang Komunikasi.
"Katanya ini dua tipe penyerang, begitu," kata Qodari, saat memberikan sambutan.
Untuk itu, Qodari akan melakukan perubahan gaya komunikasi yang akan dilakukan, karena era media yang berubah dari 10 - 202 tahun lalu. Informasi yang di dapat tidak hanya berasal dari media masa melainkan juga media sosial.
"Karena informasi itu kalau kita diam, dia akan terus datang kepada kita. Jadi kita harus melalukan perimbangan memberikan perspektif dan pandangan-pandangan. Sampai titik tertentu saya sering bilang di podcast, ya sekarang ini mungkin era dimana your words againts my word gitu loh," katanya.
Gaya komunikasi yang lebih agresif dipilih Qodari untuk meluruskan pandangan terhadap berita yang beredar.
"Jadi bukan cuma pro aktif, tapi harus agresif. Nah ini bakal dikutip ramai ini nanti. Nggak apa-apa, your words againts my words. Saya yakin dan percaya bahwa publik punya rasionalitas sendiri dan mayoritas akan mendukung program yang kita kerjakan, karena betul-betul ditujukan untuk masyarakat Indonesia," tuturnya.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































