Iran Eksekusi Warga Iran "Mata-Mata" AS dan Israel

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengeksekusi seorang pria yang dinyatakan bersalah karena memiliki hubungan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam gelombang protes antipemerintah awal tahun ini. Eksekusi tersebut dilakukan pada Senin (6/4/2026) waktu setempat.

Otoritas menyebut pria tersebut, Ali Fahim, dihukum gantung setelah putusannya dikonfirmasi oleh Mahkamah Agung.

"Ali Fahim, salah satu elemen musuh dalam kerusuhan teroris Dey (Januari)... digantung setelah Mahkamah Agung meninjau kasus tersebut dan mengkonfirmasi putusan," demikian Lapor Mizan Online, seperti dikutip AFP.

Eksekusi ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian tindakan hukum terkait demonstrasi yang bermula pada akhir Desember. Aksi tersebut awalnya dipicu kenaikan biaya hidup, sebelum meluas menjadi protes anti-pemerintah berskala nasional yang mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.

Langkah tersebut juga berlangsung di tengah konflik Iran dengan Israel dan AS yang disebut pecah pada 28 Februari. Dalam peristiwa itu, pemimpin tertinggi Republik Islam, Ali Khamenei, tewas akibat serangan.

Menurut Mizan, Fahim dijatuhi hukuman karena bekerja melawan negara atas nama "rezim Zionis dan Amerika Serikat", termasuk dituduh membobol situs militer rahasia untuk merebut senjata.

Pemerintah Iran menyatakan demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi "kerusuhan yang dihasut pihak asing", yang berujung pada aksi kekerasan seperti pembunuhan dan vandalisme.

Teheran mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas dalam kerusuhan tersebut, termasuk aparat keamanan dan warga sipil, serta mengaitkan insiden itu dengan tindakan terorisme.

Namun, kelompok pemantau independen, Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS, melaporkan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 7.000 orang, dengan mayoritas merupakan demonstran. HRANA juga menyebut angka tersebut kemungkinan masih lebih tinggi.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |