Integrasi Transportasi Umum Indonesia: Kunci Kurangi Emisi dan Kemacetan

3 hours ago 4

Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com

Setelah empat tahun tinggal di luar negeri, penulis jatuh cinta dengan sistem transportasi umum negara maju. Apalagi setelah mengambil mata kuliah urban design di Harvard University, penulis sadar sistem transportasi Boston (Amerika Serikat) dan Melbourne (Australia) bukan hanya nyaman, tapi juga hemat emisi transportasi secara masif.

Pengalaman ini menjadi titik balik reflektif mendalam, membedah paradoks besar di Indonesia: sekitar 25% emisi karbon kita berasal dari transportasi karena ketergantungan kendaraan pribadi akibat sistem transportasi umum yang belum terintegrasi. Integrasi berarti kemudahan berganti moda transportasi dari kereta ke sepeda hingga trotoar secara aman tanpa ribet.

Di Boston, contoh sempurna integrasi berjalan mulus. Turun dari MBTA subway di Harvard station, bluebikes langsung berjejer rapi di pintu keluar, kartu pembayaran terintegrasi satu aplikasi. Trotoar lebar aman pejalan kaki langsung hubungkan ke bike lane.

Hasilnya warga pilih transportasi umum bukan karena miskin, tapi karena paling praktis. Data Federal Highway Administration AS tunjukkan bus dan kereta hemat 4-5 kali emisi per penumpang dibanding mobil pribadi.

Di Indonesia, sistem kita masih terisolasi. MRT Jakarta hanya melayani segmen elite Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Penumpang yang turun di Stasiun MRT Lebak Bulus harus berjalan jauh dan ada bahaya saat menyeberang demi naik TransJakarta. Integrasi nol.

Maka tak heran jika akhirnya 85% perjalanan di Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, sehingga berkontribusi emisi karbon 27 juta ton per tahun.

Penulis menilai pemerintah dapat mengambil blueprint Belanda maupun Boston untuk mencapai target emisi nol bersih tahun 2060. Langkah ini bisa dimulai di kota-kota besar Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Bandung.

Di Utrecht, Belanda, perjalanan masyarakat 99% tanpa mobil pribadi lewat OV-chipkaart terintegrasi kereta-tram-bus-sepeda. Sedangkan di Boston, sebanyak 70% warga tak punya mobil berkat sistem multimoda.

Langkah konkret:
1. Integrasi pembayaran nasional via app tunggal (MRT, KRL, TransJakarta, GoJek, sepeda umum)
2. Bike sharing di setiap pintu keluar stasiun, trotoar aman sambungkan moda
3. "Last mile solution" angkutan listrik terjangkau dari halte ke rumah
4. Ubah persepsi: transportasi umum jadi pilihan cerdas profesional, bukan opsi miskin
5. Trotoar pejalan kaki lebar aman dengan kebijakan tegas patuh lampu pejalan kaki

Pemerintah jangan tunda! Investasi transportasi terintegrasi bukan biaya, melainkan penghematan emisi Rp 150 triliun per tahun plus kurangi impor BBM US$ 20 miliar. Industri otomotif bisa pivot ke manufaktur bus listrik.

Kepada pembaca CNBC Indonesia, dukung revolusi ini: transportasi umum terintegrasi bisa mengubah Indonesia dari macet emisi menjadi kota layak huni dunia kelas atas.


(miq/miq)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |