Ini Dia Daftar Negara yang Tergeser Akibat RI Impor Minyak dari AS

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Indonesia mengimpor komoditas energi dari Amerika Serikat senilai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 253,47 triliun (kurs Rp 16.898/US$) per tahun akan menggeser sumber pasokan dari sejumlah negara lain.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan peralihan ini tidak menambah total volume impor, melainkan mengubah asal negara pemasok. Yakni sebagian impor energi Indonesia uang selama ini berasal dari Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun di beberapa negara di Afrika akan dialihkan ke Amerika Serikat.

Komoditas yang akan diimpor meliputi LPG, minyak mentah, dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Secara keseluruhan neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama, cuma kemudian kita geser. Dalam praktiknya nanti, pembelian ini sudah barang tentu akan memperhatikan mekanisme-mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan," ujar Bahlil dalam konferensi pers dikutip Sabtu (21/2/2026).

Bahlil menambahkan, Indonesia selama ini memang masih bergantung pada impor LPG. Adapun kebutuhannya mencapai sekitar 7 juta ton per tahun.

Sebagian pasokan LPG tersebut sudah berasal dari AS dan berencana akan ditingkatkan volumenya ke depan.

Langkah pengalihan sumber impor akan dilakukan setelah arahan Presiden RI Prabowo Subianto, dan pemerintah menargetkan tahap eksekusi bisa dimulai setelah proses persiapan rampung dalam 90 hari ke depan.

"Begitu kami mendapat arahan dari Bapak Presiden Prabowo, begitu sembilan puluh hari ke depan sudah selesai, maka langsung kita mulai tahapan eksekusi. Jadi ini langsung bisa berjalan supaya tidak ada suatu persepsi yang berbeda dari teman-teman yang ada di sana," ujarnya.

Seperti diketahui, Indonesia bakal mengimpor komoditas energi dari Amerika Serikat dengan nilai mencapai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 253,47 triliun (kurs Rp 16.898/US$) per tahun. Komoditas yang akan diimpor meliputi LPG, minyak mentah, dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini merupakan bagian dari kesepakatan hasil negosiasi tarif dagang antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah AS. Kesepakatan tarif dagang itu telah ditandatangani Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Prabowo Subianto secara resmi dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |