Ini Alasan Danantara Serahkan Bisnis LTJ ke Perminas, Bukan PT Timah

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menegaskan bahwa pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element akan dipegang oleh PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).

Dony menyampaikan, sejauh ini belum ada yang mengelola mineral strategis seperti logam tanah jarang, tak terkecuali PT Timah Tbk (TINS). "Karena memang PT Timah fokus kepada timahnya, tetapi ada outputnya yang tidak terkelola (mineral ikutan logam tanah jarang). Jadi bahwa memang kita membuat satu perusahaan yang khusus," terang Dony dalam Economic Outlook 2026 CNBC Indonesia, Rabu (11/2/2026).

Dony menjabarkan, berbeda dengan komoditas lain seperti batu bara, emas, timah, logam tanah jarang masih dalam tahap development dan harus di utilisasi dan riset yang mendalam. Oleh karena itu, Danantara tidak akan mencampur perusahaan yang sudah mature dengan pengelola logam tanah jarang.

"Karena itu kita tidak mau mencampur perusahaan yang sudah memang exist dengan bisnis model yang mereka miliki dengan satu perusahaan yang bisnis modelnya lagi kita define,"

"Dan pasti di Perminas nanti masih membutuhkan support kita untuk developmentnya, research and development-nya masih di support oleh Danantara. Karena itu kita tidak mau mengganggu existing perusahaan, kita pisah sendiri Perminas ini," tegas Dony.

Adapun Perminas pun bukan bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID, melainkan langsung di bawah Danantara melalui Danantara Asset Management (DAM).

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |