Ini 5 Saran Dino Patti Djalal soal Prabowo ke LN yang Ditanggapi Seskab Teddy

15 hours ago 3
Jakarta -

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyarankan lima hal soal perjalanan luar negeri ke Presiden Prabowo Subianto hingga ditanggapi Seskab Teddy Indra Wijaya. Apa saja lima saran dari Dino ke Prabowo?

Dino mengunggah video pada Sabtu (30/5/2026). Dino menyarankan Prabowo untuk mengurangi perjalanan ke luar negeri.

"Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," ujar Dino.

Dino menilai Prabowo menjadi kepala negara tersering yang melakukan perjalanan ke luar negeri sejak menjabat. Dino menyebut kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar, termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler, hingga pengamanan.

"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri," katanya.

"Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan," imbuhnya.

Satu perjalanan ke luar negeri, menurut Dino, bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Berangkat dari itu, Dino menyarankan lima hal kepada Prabowo. Berikut saran dari Dino:

Pertama, Dino menyarankan Prabowo lebih mengandalkan video call, Zoom call, atau telepon untuk berkomunikasi dengan pemimpin dunia. Kata Dino, biasanya pembicaraan kunjungan bilateral berlangsung selama satu jam atau paling banter dua jam.

"Untuk menjaga komunikasi dengan pemimpin dunia lain, kami menyarankan Presiden Prabowo lebih mengandalkan video call atau Zoom atau telepon," ujar Dino.

Perihal ini, Dino mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang sudah 17 kali menelepon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kata Dino, Claudia belum sekali pun melakukan pertemuan bilateral, padahal Amerika adalah mitra perdagangan terbesar bagi Meksiko.

Kedua, Dino menyarankan Prabowo memanfaatkan kunjungan ke suatu forum internasional bertemu kepala negara lain yang juga hadir. Dino menyebut Presiden Finlandia Alexander Stubb pernah meminta waktu bertemu dengan Prabowo saat sidang PBB di New York, tapi tidak direspons.

"Untuk menghemat biaya dan waktu, kami juga menganjurkan agar Presiden Prabowo dapat memanfaatkan kunjungan ke suatu forum internasional untuk bertemu kepala negara lain yang juga hadir," kata Dino.

"Konon, sewaktu menghadiri sidang PBB di New York tahun lalu, Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang merupakan pemimpin Barat yang paling progresif dan pidatonya juga banyak disorot, meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Prabowo di New York, tapi tidak pernah direspons, entah kenapa," imbuhnya.

Tak hanya itu, Dino mengatakan dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina, seorang kepala pemerintah negara ASEAN mengarahkan pertemuan bilateral, tapi juga tidak pernah direspons. Dino menyarankan Istana menerapkan formula 1 plus 8, yaitu dalam menghadiri forum internasional, Prabowo bisa menerima atau bertemu paling tidak dengan delapan kepala negara lain yang juga hadir.

Ketiga, Dino menyarankan kunjungan internasional Prabowo dapat dilakukan secara profesional dan direncanakan dengan baik. Dino mengamati ada sejumlah kunjungan yang dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas, sehingga secara garis besar perlu dipetakan setahun sebelumnya.

"Baik Seskab Teddy atau Menlu Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan Presiden ke suatu negara satu bulan sebelumnya, atau minimal seminggu sebelum hari-H. Dan diumumkan juga bersamaan dengan negara yang akan dikunjungi. Kunjungan Presiden ke Pakistan dan Rusia sewaktu bencana banjir Sumatera misalnya dilakukan tanpa ada informasi apapun kepada publik sebelum berangkat. Perlu lah diterapkan asas akuntabilitas dan transparansi karena cukup sering publik tidak tahu Presiden ada di mana di luar negeri," ujar Dino.

Keempat, Dino menyarankan untuk satu tahun ke depan Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri. Dino mencontohkan Presiden China Xi Jinping, yang lebih banyak menerima tamu negara di Beijing ketimbang bepergian ke luar negeri.

"Saya juga menganjurkan untuk satu tahun ke depan Presiden Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri. Inilah yang dilakukan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang jauh lebih banyak menerima tamu negara di Beijing ketimbang bepergian ke luar negeri," kata Dino.

Kelima, Dino menyarankan ke depan sebagian besar misi diplomatik yang bersifat taktis dapat ditangani Menlu Sugiono. Hal ini menurut Dino akan menghemat biaya karena perjalanan Menlu hanya didampingi oleh tiga orang staf, akan jauh lebih hemat dari biaya perjalanan presiden.

"Di sini Menlu Sugiono harus melepaskan diri sebagai bagian dari entourage Presiden, yang harus selalu berada di samping Presiden. Ingat, Menlu Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi semuanya tidak pernah menempatkan diri sebagai bagian dari entourage presiden dan mereka fokus total untuk menangani politik luar negeri," tuturnya.

Seskab Luruskan soal Biaya ke Luar Negeri

Saran dari Dino itu pun ditanggapi Seskab Teddy Indra Wijaya. Soal biaya ke luar negeri, kata Teddy, kelebihan biaya kunjungan luar negeri Prabowo ditanggung pribadi.

"Kemudian berikutnya, karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal," kata Teddy melalui video yang diunggah akun media sosial Sekretariat Kabinet, Senin (1/6).

Teddy menyampaikan terima kasih atas masukan yang telah diberikan dengan sangat cermat dan terstruktur. Teddy mengatakan kelebihan biaya kunjungan luar negeri Prabowo dari kocek pribadi.

Simak juga Video Seskab Teddy Jawab Kritikan Dino Patti Djalal soal Kunker LN Prabowo

(whn/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |