Info dan Panduan Bus Shalawat Jemaah Haji 2026 di Arab Saudi

1 hour ago 1

Jakarta - Layanan Bus Shalawat kembali disiapkan untuk mendukung mobilitas jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah, Arab Saudi. Fasilitas ini menjadi salah satu sarana penting untuk menunjang kelancaran ibadah dari atau menuju Masjidil Haram.

Bagi jemaah, memahami cara menggunakan Bus Shalawat sangat penting agar perjalanan lebih tertib dan nyaman. Simak informasi lengkap serta panduannya berikut ini.

Apa Itu Bus Shalawat Haji?

Merujuk keterangan resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Bus Shalawat merupakan layanan transportasi yang disediakan khusus bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah. Bus ini mengantar dan menjemput jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.

Layanan ini diberikan secara gratis dan beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Kehadiran Bus Shalawat diharapkan memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah tanpa harus berjalan jauh, terutama bagi lansia dan jemaah dengan keterbatasan fisik.

Cara Naik Bus Shalawat Haji

Agar perjalanan berjalan lancar, jemaah perlu memahami alur penggunaan Bus Shalawat baik dari hotel maupun dari Masjidil Haram.

Dari hotel:

  1. Datang ke halte terdekat dari lokasi hotel
  2. Periksa nomor trayek bus sesuai wilayah hotel
  3. Mintalah bantuan petugas di halte jika membutuhkan informasi
  4. Naik bus sesuai rute menuju terminal sekitar Masjidil Haram
  5. Catat nomor trayek, warna bus, atau rute untuk memudahkan perjalanan pulang

Dari Masjidil Haram:

  1. Terminal Syib Amir (Nomor 1-11): Keluar dari area dekat Marwa, lalu menuju terminal di belakang WC9
  2. Terminal Jabal Ka'bah (Nomor 12-15): Keluar dari sisi utara atau barat Masjidil Haram, berjalan di sisi Hotel Anjum
  3. Terminal Ajyad (Nomor 16-21): Keluar ke arah Clock Tower melalui pintu King Abdul Aziz, lalu menuju area terminal

Imbauan untuk Jemaah Haji

PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga identitas selama menggunakan layanan transportasi ini. Jemaah diminta tidak melepas gelang identitas dan selalu membawa kartu nusuk sebagai tanda pengenal resmi selama di Tanah Suci.

Selain itu, jemaah diimbau untuk membawa kartu rute serta mengenali warna dan nomor bus yang digunakan. Hal ini penting agar tidak salah naik bus dan memudahkan saat kembali ke hotel.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan pentingnya mengenali rute bus. "Jamaah cukup mencocokkan warna dan nomor rute bus pada kartu dengan stiker nomor yang terpasang di badan bus, sehingga kecil kemungkinan tersesat," ujarnya seperti dilansir Antara, Minggu (3/5/2026).

Jemaah juga disarankan untuk tidak membawa barang berlebihan atau barang berharga saat menggunakan bus. Langkah ini bertujuan menjaga kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.

Dengan memahami panduan Bus Shalawat, jemaah haji Indonesia dapat menjalankan aktivitas ibadah di Makkah dengan lebih tertib dan nyaman. Informasi ini diharapkan membantu jemaah dalam memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan secara optimal. (wia/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |