Inflasi Pangan di Depan Mata, DBS Indonesia Siap Perkuat Dunia Usaha

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Dunia usaha saat ini menghadapi volatilitas yang belum pernah terjadi. Ketegangan politik, dampak perubahan iklim, serta disrupsi rantai pasok yang terus berlanjut, secara signifikan berpotensi mengancam ketahanan pangan global dan dunia usaha.

President Director of Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong menjelaskan disrupsi global baru-baru ini mendesak untuk mengatasi kerentanan rantai pasok. Menurut dia, membangun resiliensi terhadap guncangan di masa depan dapat dilakukan dengan diversifikasi sumber pasokan.

"Dinamika energi ini menciptakan tantangan logistik dan rantai pasok. Kenaikan harga bahan bakar meningkatkan biaya transportasi, yang berdampak pada daya saing domestik maupun internasional. Volatilitas nilai tukar, khususnya depresiasi Rupiah saat ini, juga akan mempersulit upaya kita dalam menavigasi masalah-masalah yang ada," ungkap Chong di Parle Senayan, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, semua faktor tersebut dapat menciptakan risiko inflasi pangan. Bank DBS Indonesia pun turut mengungkapkan komitmennya dalam mendukung para pelaku usaha di Indonesia. Chong menjelaskan bahwa manajemen risiko yang efektif dan kemampuan beradaptasi sangat penting bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bisnis saat ini.

"Keahlian DBS terletak pada navigasi kompleksitas pasar yang dinamis, dengan memberikan solusi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik dan berkembang dari klien kami," ungkap dia.

"Kami memberdayakan mereka untuk mengkonfigurasi ulang jaringan rantai pasok, membangun resiliensi yang lebih besar, dan memastikan kelangsungan bisnis di tengah ketidakpastian," tegas Chong.

Upaya ini bertujuan untuk memastikan para pelaku bisnis dapat menghadapi tantangan berat ini dengan percaya diri. Sehingga mengamankan masa depan mereka dan berkontribusi pada ekonomi yang stabil dan makmur.

"Kami menyadari adanya potensi besar dan kebutuhan kritis akan solusi pembiayaan inovatif yang dapat mendorong pertumbuhan sekaligus keberlanjutan," tegas Chong.

Bank DBS pun telah diakui sebagai bank teraman di Asia selama 17 tahun berturut-turut. Selama kurun waktu tersebut, stabilitas senantiasa menjadi prioritas bagi Bank DBS Indonesia sekalipun dunia dilanda ketidakpastian.

Kekuatan Bank DBS Indonesia tidak hanya di pembiayaan, melainkan juga dalam hal pendampingan klien dengan insights mendalam agar setiap klien dapat mengambil keputusan dengan percaya diri. Melalui konektivitas Asia dan keahlian sektoral yang mendalam, Bank DBS Indonesia mendukung nasabah dalam mengoptimalkan alokasi modal, merestrukturisasi rantai pasokan, dan mengelola eksposur lintas batas di tengah volatilitas.

Bank DBS Indonesia juga mampu menghubungkan individu dan korporasi dengan solusi terintegrasi di Asia.

Lebih jauh, Bank DBS Indonesia memiliki sejumlah keahlian utama untuk berperan strategis dalam menghadapi gangguan dan membangun ketahanan pangan. Dalam hal ini, Bank DBS Indonesia memiliki manajemen risiko dan adaptabilitas yang efektif sekaligus mampu menavigasi kompleksitas yang melekat pada pasar dinamis dan memberikan solusi yang disesuaikan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan klien yang terus berkembang.

Selain itu, Bank DBS Indonesia memiliki keahlian untuk memberdayakan klien untuk mengkonfigurasi ulang jaringan pasokan mereka, membangun ketahanan yang lebih solid, dan memastikan keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |