Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia resmi memulai rangkaian kegiatan di Indonesia Pavilion pada World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swis. Setelah dilaksanakan soft opening pada 19 Januari 2026, Indonesia Pavilion memasuki hari pertama agenda penuh pada 20 Januari 2026 dengan penyelenggaraan berbagai diskusi panel tematik yang menghadirkan pemangku kepentingan strategis dari pemerintah, dunia usaha, dan mitra global.
Indonesia Pavilion menjadi ruang dialog yang membahas isu-isu prioritas Indonesia dan global, mulai dari pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan teknologi, hilirisasi industri, hingga keuangan berkelanjutan. Rangkaian panel diskusi ini merupakan bagian dari agenda resmi yang telah dipublikasikan melalui laman indonesiaatdavos.com.
Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM Rudy Salahuddin menjelaskan Indonesia Pavilion menjadi etalase strategis untuk menyampaikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan ekonomi Indonesia kepada komunitas global.
"Partisipasi Indonesia melalui Indonesia Pavilion di WEF Davos 2026 menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam diskursus ekonomi global, sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan," ujarnya dikutip Kamis (22/1/2026).
Lebih lanjut, kehadiran Indonesia Pavilion juga mencerminkan upaya Pemerintah Indonesia dalam memperkuat diplomasi ekonomi, membangun kepercayaan investor, serta mendorong dialog yang berorientasi pada kolaborasi jangka panjang. Melalui forum ini, Indonesia secara aktif menyampaikan kesiapan kebijakan, peluang investasi prioritas, serta komitmen terhadap transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Sementara itu, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan, menjelaskan bahwa Indonesia Pavilion tidak hanya menjadi wadah diskusi substantif, tetapi juga ruang strategis untuk membangun jejaring dan kemitraan global.
"Tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi publik, Indonesia Pavilion juga dimanfaatkan secara intensif sebagai ruang interaksi dan kolaborasi. Berbagai pertemuan bilateral dan diskusi terbatas (one-on-one meetings) berlangsung sepanjang hari, mempertemukan perwakilan pemerintah Indonesia dengan investor, pelaku usaha global, asosiasi bisnis, serta mitra strategis dari berbagai negara," ujarnya.
Antusiasme peserta tercermin dari tingkat kunjungan ke Indonesia Pavilion, yang pada hari pertama agenda dikunjungi oleh lebih dari 100 pengunjung dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan pemerintah negara peserta WEF, pemimpin bisnis, investor, perwakilan lembaga internasional, dan pemangku kepentingan global lainnya. Paviliun ini dirancang sebagai hub kolaborasi yang terbuka dan inklusif, memungkinkan pertukaran gagasan secara konstruktif sekaligus penjajakan peluang kerja sama konkret, khususnya di bidang investasi dan pengembangan ekonomi bernilai tambah.
Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief, menegaskan pentingnya narasi terpadu Indonesia dalam forum global.
"Narasi cohesive 'Indonesia Incorporated' yang melibatkan pemerintah sebagai pembuat kebijakan, sektor swasta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan sekarang dengan kehadiran Danantara, kami gaungkan di sesi-sesi (panel) ini. Keterpaduan ini memberikan pesan yang kuat ke segenap pihak yang hadir di Indonesia Pavillion di WEF Davos 2026," kata dia.
Rangkaian kegiatan Indonesia Pavilion yang mengangkat tema "Indonesia Endless Horizons" merupakan kolaborasi antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, dan KADIN Indonesia. Indonesia Pavilion akan terus berlanjut selama pelaksanaan World Economic Forum Annual Meeting 2026, dengan agenda diskusi, pertemuan strategis, serta berbagai inisiatif kolaboratif yang diharapkan dapat menghasilkan tindak lanjut nyata pasca-forum.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

















































