Ikan Sapu-Sapu Vs Ikan Kembung, Mana Lebih Tinggi Nutrisi?

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan, ikan sapu-sapu mulai dilirik sebagai alternatif sumber protein murah. Di sisi lain, ikan kembung sudah lama dikenal sebagai ikan favorit yang bergizi tinggi. Meski sama-sama ikan, nilai gizi dan keamanannya sangat berbeda.

Ikan sapu-sapu secara biologis adalah ikan air tawar (sejenis catfish). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ikan ini juga memiliki kandungan protein yang layak sebagai sumber protein hewani. Namun, nutrisi ikan sapu-sapu bisa bervariasi tergantung sumbernya, berdasarkan analisis kimia yang diterbitkan di Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan di Indonesia. 

Ikan sapu-sapu memang mengandung protein, tetapi jumlahnya cenderung lebih rendah dan kualitasnya tidak sebaik ikan laut. Selain itu, tekstur dagingnya lebih keras dan seratnya kasar. Sebaliknya, ikan kembung merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi, dengan asam amino esensial yang lebih lengkap dan mudah dicerna tubuh.

Perbedaan paling mencolok ada di kandungan lemak dan omega-3. Ikan sapu-sapu hampir tidak mengandung omega-3 yang penting untuk kesehatan jantung dan otak. Lemaknya pun relatif rendah manfaat. Ikan kembung justru dikenal sebagai salah satu ikan laut lokal paling kaya omega-3, bahkan sering disandingkan dengan salmon dalam konteks ikan tropis. Omega-3 pada kembung bermanfaat untuk jantung, otak, dan peradangan.

Vitamin dan mineral

Kandungan vitamin dan mineral ikan sapu-sapu terbatas, dan sangat bergantung pada lingkungan tempat hidupnya. Sementara itu, ikan kembung kaya akan:

  • Vitamin D (baik untuk tulang dan imun)
  • Vitamin B12 (penting untuk saraf dan pembentukan darah)
  • Selenium dan yodium (penting untuk metabolisme)

Keamanan konsumsi

Ini aspek yang paling krusial jika membandingkan ikan sapu-sapu vs ikan kembung. 

Beberapa penelitian ilmiah terhadap ikan sapu-sapu yang hidup di sungai yang tercemar menunjukkan bahwa dagingnya bisa mengandung logam berat seperti arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) melebihi batas aman pangan yang ditetapkan regulator.

Ini terjadi karena ikan air tawar bottom-feeder seperti sapu-sapu bisa mengakumulasi logam berat dari sedimen dan air, apabila airnya terpapar kontaminan dari limbah industri, pertanian, atau permukiman.

Ikan kembung adalah ikan laut kecil dengan umur hidup pendek dan berada di rantai makanan bawah. Walaupun tetap ada kemungkinan akumulasi merkuri dari lingkungan laut, risikonya umumnya lebih rendah dibanding ikan predator besar seperti hiu atau tuna besar.

Amankah mengonsumsi ikan sapu-sapu?

Ikan sapu-sapu mungkin mengandung protein dan bisa dimakan dalam kondisi tertentu, tetapi nilai gizinya terbatas dan risikonya lebih tinggi, terutama jika berasal dari perairan tercemar. Sebaliknya, ikan kembung menawarkan kombinasi gizi yang lebih lengkap, omega-3 tinggi, serta lebih aman untuk konsumsi rutin.

Jika tujuan konsumsi ikan adalah untuk kesehatan jangka panjang, ikan kembung jelas menjadi pilihan yang lebih unggul dan direkomendasikan.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |