IHSG Kurang Tenaga, Sesi 1 Ditutup Turun 0,16%

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona merah pada akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Jumat (20/2/2026).

Indeks ditutup turun 12,93 poin atau 0,16% ke level 8.261,15. Sebanyak 261 saham naik, 425 turun, dan 272 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 11,24 triliun melibatkan 24,12 miliar saham dalam 1,64 juta kali transaksi. Nilai kapitalisasi pasar pun kembali terkikis menjadi Rp 14.920 triliun. 

Transaksi pada dua hari perdagangan terakhir terbilang sepi. Sementara itu, Bumi Resources (BUMI) dan Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) menjadi dua saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni masing-masing Rp 1,5 triliun dan Rp 1,06 triliun. 

Mengutip Refinitiv, properti dan energi menjadi sektor dengan koreksi paling tajam, yakni -,144% dan -1,24%. Akan tetapi saham yang menjadi pemberat utama adalah Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Emiten yang bergerak di bidang pertambangan, energi baru & terbarukan, teknologi, dan bahan kimia ini membebani -7,17 indeks poin. 

Selain itu saham-saham konglomerat juga menjadi pemberat utama. Emiten Prajogo Pangestu seperti Barito Pacific (BRPT) membabani -3,44 indeks poin dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) -2,41 indeks poin.

Lalu emiten Aguan, Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) yang turun 3,24% menyeret IHSG ke bawah sebesar -1,68 indeks poin. 

Adapun pergerakan pasar keuangan RI pada akhir pekan ini, Jumat (20/2/2026) masih akan dipengaruhi sejumlah rilis data dari luar dan dalam negeri yang rilis kemarin, seperti suku bunga Bank Indonesia (BI) sampai update klaim pengangguran AS.

Sejumlah data ekonomi juga masih bersiap rilis pada hari ini, seperti inflasi PCE AS, sampai data dari dalam negeri terkait laporan neraca pembayaran dan transaksi berjalan.

Di sisi lain, posisi IHSG kini berada di resistance setelah menyentuh MA20 daily. Dengan closing candle indeks yang kemarin merah, ada potensi rawan koreksi terjadi.

Pergerakan IHSG ada potensi lanjut sideways dulu dengan support yang patut diantisipasi di area 7800, tetapi jika resistance MA20 daily mampu ditembus ada potensi IHSG bisa menutup gap dulu di posisi sekitar 8700.

Pada kemarin Kamis, Bank Indonesia (BI) kembali menahan BI rate di level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

"Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini dalam upaya stabilisasi di tengah kondisi global yang tidak stabil," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (19/2/2025).

Sejalan dengan keputusan ini, BI menegaskan kebijakan makroprudensial akan didorong progrowth dan kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi.

Keputusan ini sesuai dengan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga/institusi semuanya solid dengan seluruhnya memproyeksikan BI akan kembali menahan suku bunga di level 4,75% pada pertemuan RDG kali ini.

Ini menjadi kali kelima BI menahan suku bunga sejak pemangkasan terakhir pada RDG September 2025.

Ke depan, BI juga menegaskan akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh, serta tetap mencermati ruang penurunan BI Rate lebih lanjut.

Sementara itu, pasar Asia-Pasifik dibuka beragam pada perdagangan hari ini Jumat (20/2/2026), setelah ketiga indeks utama Wall Street turun semalam karena tekanan atas penurunan saham perusahaan kredit swasta dan ketegangan Iran-AS.

Prospek serangan terhadap Iran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mengambil keputusan mengenai tindakan militer terhadap Teheran dalam 10 hari ke depan.

Harga minyak melonjak sebagai reaksi terhadap berita tersebut, dengan minyak mentah AS naik $1,24, atau 1,9%, dan ditutup pada $66,57 per barel dalam perdagangan AS. Patokan global Brent naik $1,31, atau 1,86%, dan ditutup pada $71,66.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |