IHSG Dibuka Naik 0,3% Pagi Ini, Kembali Dekati Level 9.000

16 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 27,15 poin atau 0,3% ke level 8.952,62 pagi ini, Jumat (9/1/2026).

Sebanyak 358 saham naik, 140 turun, dan 460 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 929,1 miliar, melibatkan 1,61 miliar saham dalam 133.600 kali transaksi. 

Adapun pasar keuangan perlu mencermati sejumlah sentimen hari ini, baik dari dalam ataupun luar negeri. Realisasi APBN menjadi salah satu sentimen yang bisa mempengaruhi pasar, terutama dengan realisasi defisit yang mendekati 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa secara umum asumsi makro dalam APBN 2025 masih berada di jalur yang dirancang pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat 5,2%, dengan laju pada kuartal IV diperkirakan menguat hingga 5,45%.

Di sisi stabilitas harga, inflasi berada sedikit di atas target pemerintah 2,5%. Pada Desember 2025, inflasi tercatat 2,92%. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga melemah dibandingkan asumsi APBN di Rp16.000 per dolar AS, dengan realisasi berada di kisaran Rp16.475 per dolar AS.

Dari sisi fiskal, pendapatan negara hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun. Pada saat yang sama, belanja negara mencapai Rp2.602,3 triliun.

Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran 2025 membengkak menjadi Rp695,1 triliun atau setara 2,92% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit 2024 yang tercatat sekitar 2,3% dari PDB.

Dari AS, sejumlah data akan dirilis hari ini, termasuk data tenaga kerja.

Klaim awal tunjangan pengangguran di Amerika Serikat naik 8.000 menjadi 208.000 pada pekan yang berakhir 3 Januari. Angka ini relatif sejalan dengan ekspektasi pasar di 210.000 dan tetap jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata sepanjang tahun sebelumnya.

Sementara itu, klaim berkelanjutan yang mencerminkan jumlah penganggur yang masih menerima tunjangan meningkat 56.000 menjadi 1.914.000. Capaian ini melampaui perkiraan pasar yang berada di kisaran 1.900.000.

Kombinasi antara rendahnya klaim baru dan meningkatnya jumlah penganggur yang masih bertahan dalam sistem tunjangan memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS tengah bergerak dalam pola perekrutan yang melambat, meski tingkat pemutusan hubungan kerja relatif stabil.

Di sisi lain, klaim pengangguran yang diajukan oleh pegawai federal justru menurun. Pada pekan terakhir Desember, jumlahnya turun 333 menjadi 479, di tengah perhatian pasar terhadap dampak penutupan sebagian pemerintahan federal AS.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |