Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini, Senin (5/1/2026) di zona hijau. Indeks menguat 111,06 poin atau melesat 1,27% ke level 8.859,19 pada akhir perdagangan sesi kedua.
Ini merupakan rekor harga penutupan perdagangan tertinggi sepanjang masa (all time high) baru yang dicatatkan IHSG.
Sebanyak 446 saham naik, 246 turun, dan 114 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini tergolong ramai atau mencapai Rp 30,32 triliun, melibatkan 70,25 miliar saham dalam 4,01 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 16.194 triliun atau nyaris mencapai US$ 1 miliar.
Ramainya transaksi bursa hari ini diwarnai oleh geliat saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie. Saham BUMI tercatat menjadi yang paling ramai ditransaksikan yakni mencapai Rp 5,91 triliun, diikuti oleh saham BRMS senilai Rp 1,55 triliun dan saham DEWA Rp 1,2 triliun.
Secara total ketiganya menyumbang lebih dari seperempat total transaksi bursa hari ini.
Selain itu dari pasar negosiasi, tercatat ada transaksi relatif besar di dua saham. Pertama ada transaksi nego Rp 189,2 miliar di saham milik Happy Hapsoro (BUVA) yang dilaksanakan sebanyak empat kali di harga transaksi rata-rata Rp 1.494 per saham.
Kemudian ada transaksi negosiasi juga senilai Rp 164,8 miliar di saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang melibatkan 449,1 ribu lot dalam 17 kali transaksi. Adapun harga rata-rata transaksi tersebut mencapai Rp 3.669 per saham atau lebih premium dari harga perdagangan BBRI di pasar reguler hari ini.
Mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau dengan penguatan terbesar dicatatkan oleh sektor energi dan barang baku. Sedangkan koreksi paling dalam hari ini dicatatkan oleh sektor properti.
Saham-saham yang menjadi penggerak utama IHSG termasuk BYAN, BRMS, BUMI, TLKM dan AMMN. Sedangkan pemberat utama kinerja indeks hari ini termasuk DSSA, CUAN, BMRI, GOTO dan BBRI.
Sementara itu, pasar Pasar Asia-Pasifik memulai pekan perdagangan penuh pertama tahun 2026 dengan catatan yang lebih kuat setelah AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan. Harga minyak sedikit turun karena pasar mempertimbangkan potensi dampak ketegangan geopolitik.
Otoritas AS mengatakan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan ke New York setelah operasi tersebut dan didakwa dengan konspirasi terorisme narkoba dan kejahatan lainnya. Dakwaan tersebut menyatakan bahwa perdagangan narkoba telah "memperkaya dan memperkuat elit politik dan militer Venezuela.
Harga minyak turun setelah eskalasi yang melibatkan negara kaya minyak tersebut. Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 1% sebelum mengurangi kerugian, dan terakhir diperdagangkan 0,25% lebih rendah, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,4%.
Venezuela, salah satu anggota pendiri OPEC, memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, yaitu 303 miliar barel, atau sekitar 17% dari total global, menurut Badan Informasi Energi AS.
Harga emas spot naik lebih dari 1% menjadi $4.383,99.
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang melonjak 2,26% pada sesi perdagangan pertamanya tahun ini, sementara indeks Topix bertambah 1,42% ke rekor tertinggi. Saham sektor pertahanan termasuk di antara saham yang paling banyak naik di indeks tersebut, dengan Kawasaki Heavy Industries dan Mitsubishi Heavy Industries masing-masing bertambah 5,7% dan 6,4%.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 2,19% ke rekor tertinggi 4.420,92, dan indeks Kosdaq untuk perusahaan berkapitalisasi kecil bertambah 0,2%. Saham raksasa pertahanan Hanwha Aerospace melonjak hingga 4%, sementara Poongsan diperdagangkan 3% lebih tinggi.
Indeks ASX/S&P 200 Australia diperdagangkan datar. Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangka diperdagangkan pada 26.442, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.338,47.
Pada hari Jumat di Amerika Serikat, hari perdagangan pertama tahun 2026, S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi karena kenaikan saham semikonduktor menjaga indeks tetap stabil.
Indeks acuan ditutup naik 0,19% pada 6.858,47, sementara Nasdaq Composite turun 0,03% menjadi 23.235,63. Kedua indeks tersebut sebelumnya menunjukkan tren positif yang solid di awal hari, dengan S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi diperdagangkan lebih tinggi masing-masing sebesar 0,7% dan 1,5% pada puncaknya.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 319,10 poin, atau 0,66%, dan ditutup pada 48.382,39.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]


















































