Mantan kepala desa (kades) Ciherang Pondok berinisial HASJ (55) ditusuk oleh pria berinisial M. Horornya, pelaku menusuk bagian perut korban pakai pisau.
Dirangkum detikcom, Sabtu (14/2/2026), insiden penusukan ini terjadi ketika korban selesai salat Jumat di wilayah Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (13/2) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Saat korban hendak pulang melalui pintu keluar masjid, pelaku tiba-tiba menghadang dan langsung melakukan penusukan menggunakan senjata tajam jenis pisau yang mengenai bagian perut sebelah kiri korban," kata Kapolsek Caringin AKP Jajang kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat penusukan itu, warga sekitar langsung menangkap pelaku untuk menghindari aksi massa sebelum akhirnya dijemput oleh petugas dari Polsek Caringin.
Kemudian, korban dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Polisi mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku.
"Pelaku beserta barang bukti satu buah pisau telah kami amankan di Mako Polsek Caringin untuk proses penyidikan lebih lanjut," ucap Jajang.
Polisi Dalami Motif Penusukan
Polisi pun melakukan pemeriksaan pelaku untuk menggali beberapa hal terkait peristiwa horor tersebut. Salah satunya motif pelaku menusuk korban.
"Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif di balik aksi nekat pelaku. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian," ucapnya.
Kejiwaan Pelaku Dites
Selain mendalami motif di balik pelaku menusuk korban, polisi juga memeriksa kejiwaan M. Oleh sebab itu, pelaku M dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ).
"Nanti mau dibawa ke RSJ untuk pemeriksaan untuk meyakinkan jaksa bahwa dia terganggu ingatannya atau tidak," kata Jajang kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Saat ini, status hukum pelaku M belum ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku M masih terus menyesal melakuman tindakan tersebut.
"Sementara dia masih semacam trauma, baru diinterogasi. Sementara tidak ada motif lain, hanya menyesal karena harus nusuk Pak Haji," ucapnya.
Pelaku diketahui merupakan tetangga yang tinggal di RT yang sama dengan korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, belum ditemukan adanya unsur dendam yang memicu pelaku menusuk korban.
"Nggak ada (dendam)," ujar Jajang.
(fas/fas)

















































