Harga Emas Terbang, Rusia Kok Malah Pilih Lepas Cadangan?

2 hours ago 1

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

22 February 2026 16:15

Jakarta, CNBC Indonesia- Tekanan fiskal mendorong Rusia mulai mencairkan sebagian cadangan emasnya. Penjualan terjadi saat harga logam mulia dunia berada di level tinggi, memberi ruang bagi pemerintah untuk mendapatkan dana segar tanpa harus memperbesar utang.

Melansir Futubunn, Bank Sentral Rusia melaporkan cadangan emas negara itu berkurang sekitar 300.000 ons pada Januari.

Total kepemilikan turun menjadi 74,5 juta ons. Jika dihitung dengan harga pasar saat itu, transaksi diperkirakan bernilai sekitar US$1,4 miliar.

Penurunan ini menjadi yang pertama sejak Oktober tahun lalu. Waktu penjualan bertepatan dengan lonjakan harga emas global yang berkali-kali mencetak rekor baru sepanjang Januari. Harga yang tinggi memberi peluang bagi Rusia untuk merealisasikan keuntungan dari cadangan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Kebutuhan anggaran menjadi pemicu utama. Penerimaan negara, terutama dari sektor energi, bergerak melemah dalam beberapa periode terakhir. Pemerintah Rusia harus mencari sumber pembiayaan baru untuk menjaga belanja tetap berjalan. Cadangan emas kemudian menjadi pilihan yang paling cepat dicairkan.

Kebijakan ini terhubung dengan pengelolaan dana kekayaan negara. Pemerintah Rusia telah menarik ratusan miliar rubel dari dana stabilisasi fiskal sejak awal tahun. Arus keluar dana memperlihatkan tekanan pada kas negara masih berlangsung.

Cadangan emas berfungsi sebagai bantalan likuiditas ketika akses ke pasar keuangan internasional terbatas. Setelah konflik Ukraina pecah pada 2022, sebagian aset devisa Rusia di luar negeri dibekukan. Kondisi tersebut membuat emas menjadi komponen yang semakin penting dalam struktur cadangan.

Menariknya, nilai kekayaan emas Rusia tetap meningkat walau jumlah fisiknya berkurang. Lonjakan harga membuat valuasi cadangan emas mencapai sekitar US$402,7 miliar pada Januari, naik sekitar 23% dibandingkan posisi sebelumnya. Kenaikan harga menutup dampak pengurangan volume.

Perubahan ini memperlihatkan pergeseran cara Rusia mengelola cadangan. Emas diperlakukan sebagai sumber dana yang bisa dimonetisasi ketika anggaran membutuhkan tambahan ruang. Selama harga bertahan tinggi, opsi penjualan kemungkinan tetap terbuka.

Pergerakan Rusia juga menjadi sinyal bagi pasar emas global. Negara yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pembeli besar kini mulai melakukan realisasi keuntungan.

Jika tekanan fiskal berlanjut, pasokan emas dari sektor resmi berpotensi bertambah dan ikut mempengaruhi dinamika harga.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |