Harga Emas Kolaps, Saham ANTM-BRMS Ikut Menderita

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia hancur lebur, saham-saham logam mulia RI pun ikutan terjun pada perdagangan kemarin Senin (2/2/2026). Tak sedikit pula yang sampai ambles mentok Auto Reject Bawah (ARB).

Pada perdagangan Senin (2/2/2026), harga emas dunia anjlok 4,09% di level US$4.665,27 per troy ons. Pada perdagangan intraday bahkan harga emas sempat menyentuh level terendah US$4.403,24 per troy ons. Pelemahan ini memperpanjang derita emas dalam tiga hari terakhir dengan jatuh 13,6%

Tumbangnya satu hari harga emas tersebut telah menghapus kenaikan yang ditempuh dalam beberapa hari. Harga emas diproyeksikan masih mengalami tekanan pada pekan ini.

Koreksi ini terjadi di tengah euforia harga yang sudah terlalu cepat. Sepanjang Januari, emas masih menguat lebih dari 13% dan mencatat kenaikan bulanan keenam berturut-turut.

Suki Cooper, kepala riset komoditas global di Standard Chartered Bank mengatakan kalau pasar memang sudah waktunya mengalami koreksi dan pemicu di balik aksi jual tersebut bisa jadi merupakan kombinasi dari berbagai faktor, mulai dari pengumuman ketua The Fed hingga arus makro yang lebih luas.

"Baik kita melihat dolar atau ekspektasi imbal hasil riil, kombinasi dari pendorong-pendorong ini telah membantu memicu aksi ambil untung," tambahnya.

Ekspektasi pasar yang mulai hawkish juga memicu aksi profit taking terhadap logam mulia, setelah Trump menunjuk mantan Gubernur The Federal Reserve Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed pada bulan Mei, menempatkan seorang kritikus bank sentral yang sering mengkritik dalam peran kepemimpinan kunci.

Di sisi lain, utang Amerika Serikat (AS) sudah semakin ketat, bahkan untuk pertama kali-nya market cap emas melampaui utang negeri Paman Sam tersebut, ditambah dengan partial US Shut Down yang kembali lagi, menandai likuiditas saat ini sedang ketat, karena sedang beralih menampung penerbitan obligasi dengan yield tinggi.

Deretan Saham Emas Jeblok

Pada perdagangan kemarin, tekanan jual juga menjalar di lantai Bursa Saham Indonesia (BEI), paling besar terjadi pada Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang terkoreksi -14,95%, menjadi penurunan terdalam di antara daftar saham yang kami pantau.

Tepat di belakangnya, Archi Indonesia Tbk (ARCI) melemah -14,93%, disusul J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang turun -14,91%.

Tekanan juga masih sangat terasa pada Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan penurunan -14,81%, serta Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang ikut ambles -14,80%.

Koreksi tajam berlanjut ke Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang melemah -9,92%, dan Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan penurunan -9,50%.

Sementara itu, pelemahan paling terbatas di antara kelompok ini terjadi pada United Tractors Tbk (UNTR) yang turun -6,14%. Berikut rincian-nya:

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |