Harga BYD Atto 1 Bakal Naik? Ini Bocoran dari Diler

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Isu adanya potensi kenaikan harga mobil listrik kembali mencuat seiring rencana penyesuaian sejumlah komponen pajak kendaraan. Dari diler BYD, sinyal kenaikan itu mulai terasa, terutama untuk model entry level yang kini sedang ramai diburu konsumen yaitu Atto 1.

"kan kita ada kenaikan itu di BBN ya (bea balik nama) STNK lah pokoknya. Nah, STNK itu kalau sekarang kan masih free. Jadi BBNKB-nya itu masih nol. Nah, kalau misalkan kemarin sih saya hitung ya, kalau estimasi Atto 1 itu sekitar pokoknya Rp 10 jutaan lah," ungkap salah satu tenaga penjual kepada CNBC Indonesia, Selasa (20/1/2025).

Mobil ini sempat menggegerkan pasar otomotif Indonesia karena mampu menjual mohil Battery Electric Vehicle (BEV) dengan harga Rp199 juta. Namun memasuki tahun baru 2026 ada perubahan biaya administrasi yang disebut bisa langsung berdampak ke harga on the road, termasuk mobil lainnya seperti M6.

"Tapi kalau M6 yang harga sekarang Rp433 juta mungkin kalau nanti ada kenaikan sekitar Rp15 jutaan," ujar tenaga penjual BYD tersebut.

BYD memperkenalkan kendaraan barunya BYD Atto 1 di Internasional Auto Show (GIIAS) 2025 DI Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: BYD memperkenalkan kendaraan barunya BYD Atto 1 di Internasional Auto Show (GIIAS) 2025 DI Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
BYD memperkenalkan kendaraan barunya BYD Atto 1 di Internasional Auto Show (GIIAS) 2025 DI Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Perbedaan besaran kenaikan antar model dinilai wajar, mengikuti segmentasi harga dan skema pajak yang dikenakan. Konsumen yang mengincar MPV listrik disebut perlu bersiap dengan tambahan bujet lebih besar dibanding city car listrik.

"Menurut informasi mobil-mobil kayak gini CBU apa segala macam itu kalau paling cepat itu biasanya di Januari paling cepat, tapi paling lambat di pertengahan sampai akhir Februari," katanya.

Ketidakpastian kebijakan membuat harga yang ditawarkan saat ini bersifat sementara. Diler masih menunggu keputusan final pemerintah sebelum mengunci banderol resmi ke konsumen. Status impor dan proses distribusi diyakini memengaruhi kapan penyesuaian harga benar-benar berlaku.

"Ini kan kita harganya enggak mengikat ya, dalam artian kita masih nunggu ketok palu dari pemerintah. Nah, selama proses STNK-nya belum jadi, itu harganya belum mengikat," ujarnya.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |