Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
30 August 2026 18:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah membuat harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) terus melonjak di seluruh negara bagian, meski kenaikannya sangat bervariasi.
Dengan menggunakan data harga AAA Fuel Price dari 18 Februari 2026 sebagai dasar sebelum perang dan harga per tanggal 20 Agustus 2026, data menggambarkan persentase kenaikan di seluruh 50 negara bagian.
Kenaikan tertinggi terutama di wilayah pendukung Presiden AS Donald Trump, saat memenangkan Pilpres 2024. Iowa mengalami peningkatan persentase terbesar, dengan harga bensin melonjak 69,1% dari US$2,45 menjadi US$4,14 per galon. Oklahoma menyusul di angka 68,8%, sementara Colorado, Minnesota, dan Wyoming masing-masing mengalami peningkatan lebih dari 60%.
Montana, New Mexico, North Dakota, South Dakota, dan Kansas melengkapi 10 besar, masing-masing naik lebih dari 57%.
Banyak negara bagian dengan peningkatan persentase terbesar berawal dari harga pra-perang yang relatif rendah, yang memperbesar perubahan persentase seiring dengan kenaikan harga minyak mentah.
Oklahoma, misalnya, memiliki harga dasar terendah di negara itu yaitu US$2,29 per galon dan sejak itu telah naik hampir 69%.
Di seluruh negeri, kenaikan rata-rata mencapai sekitar US$ 1,25 per galon (Rp22.106 per galon, asumsi kurs Rp17.685/US$) atau sekitar 44% dari harga sebelum perang.
Hal ini menandakan adanya US$15 untuk pengisian penuh 12 galon. Dengan perkiraan konsumsi bahan bakar sekitar 450 galon per kendaraan setiap tahun, berdasarkan data dari Federal Highway Administration, kenaikan harga US$1,25 per galon secara berkelanjutan akan menambah sekitar US$560 pada biaya bahan bakar tahunan.
Kenaikan tersebut terjadi setelah gangguan besar pasokan minyak global akibat Perang Iran yang menutup Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak melonjak tajam karena sekitar 10 juta barel per hari dikeluarkan dari pasar.
Dampaknya meluas jauh melampaui pompa bensin. Karena satu barel minyak mentah memasok ribuan produk per harinya, mulai dari plastik hingga obat-obatan, kenaikan harga minyak mentah dapat berdampak luas pada perekonomian secara keseluruhan.
Negara bagian dengan persentase kenaikan terkecil sebagian besar adalah negara bagian yang sudah membayar paling banyak. Pajak bahan bakar yang tinggi dan kebijakan bahan bakar terkait iklim, termasuk program penetapan harga karbon di California dan Washington, membantu menjaga harga dasar tetap tinggi.
California juga menggunakan campuran bahan bakar yang diwajibkan oleh negara bagian, yang tidak mudah ditambah dengan bensin dari luar negara bagian.
Hawaii menghadapi kendala yang berbeda, di mana sebagai gugusan pulau tanpa akses jalur pipa, bahan bakarnya harus dikirim dari luar, sehingga menambah biaya logistik yang terus-menerus untuk setiap galonnya.
California mengalami kenaikan terkecil sebesar 21,8%, diikuti oleh Hawaii sebesar 23,4% dan Washington sebesar 25,7%. Namun, ketiga negara bagian tersebut tetap menjadi yang termahal di negara ini, dengan harga masing-masing US$5,59 per galon, US$5,43 per galon, dan US$5,24 per galon.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(chd/chd)


















































