Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya seorang petani untuk mengangkut ternak menggunakan drone gagal, setelah perangkat tersebut tersangkut pada kabel listrik tegangan tinggi, menyebabkan seekor babi tergantung di udara. Imbasnya, terjadi pemadaman listrik selama 10 jam di sebuah desa di Tiongkok.
Mengutip Asia One, insiden tersebut terjadi pada 24 Januari di Kabupaten Tongjiang, Sichuan, ketika petani tersebut ingin mempercepat pengangkutan ternak dari daerah pegunungan tempat tinggalnya ke rumah potong hewan. Petani tersebut mengatakan kepada media lokal bahwa lokasi desanya yang terpencil menyulitkan pengangkutan babi dengan kendaraan, sehingga ia mencoba metode yang tidak biasa.
Ia menyalahkan insiden tersebut pada jarak pandang yang rendah, dengan mengatakan bahwa langit masih gelap. Tali yang terpasang pada drone tersangkut pada kabel listrik saat membawa babi pertama, menyebabkan hewan dan drone tersebut tergantung di udara.
Petani tersebut akhirnya meminta bantuan dari departemen pasokan listrik setempat, dan para pekerja menghabiskan 10 jam untuk membersihkan kekusutan dan memperbaiki kabel yang rusak sebelum listrik sepenuhnya pulih.
"Kami mengirim 12 pekerja untuk memperbaiki saluran listrik. Biaya perbaikannya sekitar 10.000 yuan," kata seorang karyawati dari otoritas penyedia listrik setempat, dikutip dari Asia One, Sabtu (14/2/2026).
Ia menambahkan bahwa listrik telah pulih pada pukul 5 sore di hari yang sama.
Dalam video viral yang dibagikan di Facebook, dua pria terlihat memasang seekor babi ke drone, yang kemudian diangkat ke udara. Klip tersebut menuai beragam reaksi daring, dengan beberapa netizen merasa geli sementara yang lain menyatakan ketidakpercayaan.
"Apakah ini nyata? Drone sekecil itu tidak mungkin mampu mengangkat sesuatu seberat babi," tulis seorang pengguna.
Yang lain menyindir: "Pepatah lama Amerika 'ketika babi terbang' akhirnya terjadi!"
Investigasi awal polisi menemukan bahwa petani tersebut mungkin telah melanggar hukum dengan mengoperasikan drone di zona larangan terbang. Pihak berwenang juga mencatat bahwa drone tersebut kelebihan muatan.
"Kami masih mengumpulkan bukti. Jika terbukti melanggar hukum, dia akan menghadapi hukuman administratif dan (diwajibkan) untuk mengganti kerugian peralatan listrik," kata seorang petugas.
Para petani di Tiongkok dilaporkan menggunakan drone secara luas di daerah pedesaan, terutama di daerah pegunungan.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

















































