Fadli Zon Dorong Talenta Budaya Indonesia Tembus Kancah Global

6 hours ago 4

Jakarta -

Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam penyelenggaraan Manajemen Talenta Nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional. MTN dirancang sebagai sistem terpadu yang menjamin keberlanjutan pemetaan, pengembangan, dan penguatan talenta nasional sesuai kebutuhan lintas sektor pembangunan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan capaian kinerja Manajemen Talenta Nasional bidang seni budaya tahun 2025 serta arah pengembangan ekosistem talenta budaya nasional. Menbud menyampaikan bahwa pengembangan talenta budaya memiliki landasan konstitusional yang kuat yakni Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945, serta Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024, Asta Cita nomor 4, serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Hal itu diungkapkan olehnya saat Rapat Tingkat Menteri Koordinasi Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang diselenggarakan bersama dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Non-Disclosure Agreement (NDA) terkait integrasi Basis Data Terpadu Manajemen Talenta Nasional, di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui Manajemen Talenta Nasional, kami berupaya menghadirkan sistem pengelolaan talenta yang inklusif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan ekosistem budaya nasional dan global," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).

Dia menjelaskan strategi penguatan MTN seni budaya dilakukan melalui pembangunan sistem pendataan talenta yang komprehensif, penyusunan trayektori pembinaan talenta yang terukur dan berkelanjutan, serta pengembangan metode peningkatan kapasitas talenta yang relevan dengan kebutuhan dunia global. Program ini juga memberdayakan berbagai inisiatif publik sebagai pusat pendidikan talenta budaya.

Dalam paparannya, dia menjelaskan bahwa ekosistem MTN seni budaya mencakup lima bidang utama, yaitu seni rupa, musik, film, sastra, dan seni pertunjukan. Pada tahun 2025 tercatat hampir 37.000 talenta budaya yang terdata dengan lebih dari 5.700 talenta masuk ke dalam trajektori pembinaan lanjutan.

Selain itu juga menurutnya terdapat 208 program yang dilaksanakan bersama mitra, kegiatan di 58 kabupaten/kota, serta kerja sama dengan institusi global di 19 negara dengan 116 rekognisi internasional.

"Saat ini, pangsa pasar film nasional di Indonesia sudah mencapai sekitar 67 persen, sebuah capaian yang baru terjadi dalam satu hingga dua tahun terakhir. Film-film Indonesia juga semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai festival internasional seperti Rotterdam, Berlinale, Udine, dan Busan. Selain itu 5.700 talenta terlibat dalam berbagai program pengembangan dan kerja sama internasional," ujarnya.

Pada bidang sastra, Fadli menjelaskan bahwa program MTN telah melibatkan ribuan talenta dengan puluhan program pengembangan, termasuk peningkatan penerjemahan karya sastra Indonesia serta akuisisi karya oleh penerbit asing. Di bidang musik, imbuhnya, hampir 19.000 talenta terlibat dalam produksi karya dan program pengembangan talenta.

"Sementara pada bidang seni rupa terdapat ribuan talenta yang berpartisipasi dalam puluhan program dengan berbagai rekognisi internasional," jelasnya.

Fadli menyampaikan Indonesia juga akan kembali berpartisipasi dalam Venice Biennale, salah satu pameran seni rupa paling penting di dunia, yang akan berlangsung selama enam bulan dan melibatkan talenta dari program MTN. Sedangkan pada bidang seni pertunjukan, ratusan talenta terlibat dalam puluhan program pengembangan dengan sejumlah rekognisi internasional.

"Capaian ini menunjukkan bahwa talenta seni budaya Indonesia semakin hadir, semakin terlihat, dan semakin aktif dalam ekosistem budaya global," ujarnya.

Di bidang seni budaya, capaian yang diraih juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terdapat 28 program yang telah tampil di 19 negara, dengan 116 di antaranya memperoleh rekognisi internasional.

Selain itu, melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta pengembangan sistem manajemen talenta yang terintegrasi, pemerintah berharap Manajemen Talenta Nasional dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul di bidang riset, seni budaya, dan olahraga, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

"Program MTN di bidang ini juga telah membina lebih dari 5.700 talenta unggul di bidang budaya," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Non-Disclosure Agreement integrasi Basis Data Terpadu Manajemen Talenta Nasional. Sistem data ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 yang menugaskan Bappenas sebagai ketua gugus tugas untuk mengkoordinasikan penyelenggaraan sistem data MTN sebagai instrumen utama registrasi dan integrasi data talenta lintas kementerian dan lembaga.

Turut dihadiri dalam rapat itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Ahmad Pambudi; Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarullah Oktavian; serta para pejabat kementerian dan lembaga terkait. Sedangkan turut mendampingi Menteri Kebudayaan dalam kesempatan tersebut, antara lain Sekretaris Jenderal, Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; dan Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Irini Dewi Wanti.

Lihat juga Video: Gokil! Indonesia Sabet Juara 1 di Parade Budaya Korea Selatan

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |