DPR Ingatkan Dolar Rp17.000, Harga Mi Instan Cederai Dompet Warga RI

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs rupiah kini makin betah tertekan di level atas Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Level ini berpotensi memberikan tekanan yang bisa merembet ke sejumlah barang berbahan baku impor, termasuk bahan pangan.

"Yang juga harus kita perhitungkan Rp 17 ribu nilai tukar ini juga memberikan tekanan tersendiri. Karena beberapa komponen produksi dalam negeri kita, itu sebagian besar bahan bakunya adalah impor," kata Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun di CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026).

Misbakhun mengatakan, salah satu bahan pangan olahan yang berpotensi terpengaruh oleh tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu ialah mi instan. Ia mengatakan, mi instan diproduksi dengan bahan baku tanaman yang tak mampu diproduksi di dalam negeri, yaitu gandum.

Ketika biaya impor gandum tertekan efek pelemahan kurs rupiah, ia mengatakan, tentu harga mi akan terpengaruh sehingga menekan produsen untuk melakukan penyesuaian harga ke depannya.

"Contoh kita Indonesia ini adalah salah satu negara producen mi. Mi kita berasal dari gandum. gandum kita impor, karena Indonesia bukan produsen gandum," ucap Misbakhun.

Selain gandum, ia menyebut ada sejumlah komoditas pangan lain yang pemenuhannya di dalam negeri masih harus berasal dari impor. Di antaranya ialah daging hingga kedelai.

"Kebutuhan daging nasional, sebagian masih harus kita impor. Kemudian kebutuhan kedelai kita impor. Beberapa komponen-komponen yang mendasar seperti ini, kita lakukan impor," tegasnya.

Meski begitu, Misbakhun mengapresiasi langkah pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan kurs itu dengan memperbaiki supply atau pasokan dari bahan pangan utama yang dikonsumsi masyarakat, seperti beras. Sehingga tidak terpengaruh signifikan oleh tekanan kurs pangan yang dipasok dari impor.

"Luar biasa ketika bapak presiden memutuskan harga gabah Rp6.500, persediaan pangan kita cukup kuat. Ada semalam kita rapat, sudah 4,4 juta cadangan pangan kita di gudang-gudang Bulog yang tersebar di seluruh Nusantara," papar Misbakhun.

"Artinya apa? Ketahanan pangan kita cukup kuat. Menuju ke kedaulatan pangan. Karena apa? Seluruh cadangan pangan yang ada, itu berasal dari produksi petani Indonesia, ungkapnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (7/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda membuka perdagangan di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,06% ke level Rp17.040/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (6/4/2026), rupiah ditutup melemah dan menyentuh level terendah sepanjang masa di Rp17.030/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau masih bergerak menguat tipis 0,14% ke level 100,113. Hal ini menandakan dolar AS masih bertahan kuat di tengah tingginya ketidakpastian global.

(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |