Defisit APBN 2025 Tembus 2,92%, Tahun Ini Gimana?

16 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Desember 2025 sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit ini sedikit lebih tinggi dari 2024 yang mencapai 2,3% dari PDB. Purbaya menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Keuangan tengah menghadapi tekanan pada pendapatan, khususnya penerimaan pajak.

Salah satu penyebab menurunnya pendapatan negara adalah dana dividen BUMN yang beralih ke Danantara sebesar Rp 80 triliun.

"Saya lihatkan kita melakukan beberapa effort untuk mengurangi pendapatan karena Rp 80 triliun keluar ke Danantara, ternyata nggak nutup tuh," ujar Purbaya saat ditemui seusai konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2025).

Selain itu, penurunan penerimaan pajak penghasilan juga menjadi sinyal bahwa kondisi fiskal saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan target yang ditetapkan.

"Malah berkurang, turun sedikit kan berapa tuh Rp1.034 atau 1.017 income taxnya, jadi itu beri pesan ke saya. bisa ga sih sesuai? nggak bisa. kalau kita begini terus tahun ini pasti gitu kurang juga," ujarnya.

Maka dari itu dalam waktu dua bulan ke depan Purbaya menargetkan perbaikan dalam lingkungan Kementerian Keuangan. Terutama pada Direktorat Jenderal Pajak.

"jadi dalam waktu sebulan dua bulan akan kita perbaiki. ditjen pajak akan kita perbaiki. termasuk menggalakkan sistem-sistem yang ada, Coretax segala macam," ujarnya.

"Lalu kita lihat, ada ga orang yang masih main-main. sepertinya masih ada. jadi kita akan beresin," ujarnya.

Dalam konferensi pers Purbaya pun menegaskan ke depanya defisit APBN akan tetap dijaga tidak melebihi 3%. Purbaya mengakui bahwa defisit meningkat dari rencana awal 2,53% menjadi 2,92% pada akhir tahun sebagai misi menjaga ekonomi ekspansi, yakni dengan kebijakan countercyclical.

"Defisit naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53% ini misi menjaga ekonomi ekspansi ini kebijakan countercyclical. Saya buat defisit 0% juga bisa tapi ekonomi morat marit," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (8/1/2026).

"Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4%, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, dia pun tetap memuji jajarannya bahwa di tengah kondisi ketidakpastian ini, defisit tetap dijaga di bawah 3%.

"Ini kepiawaian teman-teman Kemenkeu untuk jaga fiskal. Kita jaga defisit di bawah 3% walau keadaan agak menekan kita," kata Purbaya

Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)Foto: Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)
Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |