Datangi MPR, GPCI Lapor 9 WNI Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan Gaza

6 days ago 7
Jakarta -

Perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mendatangi pimpinan MPR. Dalam pertemuan itu, GPCI melaporkan penangkapan sembilan warga negara Indonesia (WNI) oleh Israel saat mengikuti pelayaran Global Freedom Flotilla.

Pertemuan digelar di gedung Nusantara III kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) serta pengarah GPCI Ahmad Juwaini, Irvan Nugraha, Maryam Rachmayani Yusuf.

"Jadi kami datang ke MPR, khususnya kepada Pak Hidayat Nur Wahid, untuk pertama melaporkan sekilas mengenai update perkembangan misi Global Freedom Flotilla yang diikuti oleh warga negara Indonesia," kata Juwaini.

Juwaini menjelaskan sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut terdiri dari lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis. Misi pelayaran menuju Gaza awalnya dimulai dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026.

Namun, saat memasuki perairan Yunani, rombongan pertama kapal tersebut dicegat pasukan Israel. "Gelombang pertama di-intercept oleh Israel dan lebih dari 170 ditangkap waktu itu," ujar Juwaini.

Juwaini mengatakan sebagian peserta yang ditahan sudah dibebaskan beberapa hari kemudian. Namun, dua peserta bernama Thiago dan Syekh Abul Khasik baru dilepas setelah hampir 12 hari ditahan.

Kemudian, misi dilanjutkan dari Marmaris, Turki, pada saat itu sembilan WNI ikut dalam pelayaran menuju Gaza. Kapal yang membawa delegasi tersebut kembali dicegat pasukan Israel pada Senin (18/5), sekitar pukul 15.00 WIB.

"Yang Turki ini kita berangkat dengan sembilan orang, dan kemarin siang, kalau dalam catatan kami sekitar jam 15.00 Waktu Indonesia Barat, telah di-intercept oleh pasukan Israel dan sampai pagi ini dalam catatan Global Freedom Flotilla yang disampaikan kepada kami sudah sekitar 40-an kapal yang ditahan dan 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya," jelasnya.

Juwaini menjelaskan dari total 57 kapal yang ikut dalam misi Global Freedom Flotilla, sebagian besar telah dicegat Israel. Sebab itu, pihaknya meminta pimpinan MPR menyampaikan pesan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah diplomatik untuk membantu bebaskan para WNI.

"Nah, terkait dengan adanya delegasi kami yang diculik ini, kami tentu saja mengharapkan bahwa melalui Pak Hidayat Nur Wahid selaku pimpinan MPR, dapat menyampaikan pesan kepada pemerintah Indonesia, kementerian, dan badan-badan yang terkait dengan penyelamatan warga negara Indonesia," ujar Juwaini.

Dalam kesempatan yang sama, Hidayat Nur Wahid merasa prihatin atas penangkapan aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang mengikuti misi tersebut. Dia mengatakan Israel melakukan pelanggaran hukum internasional.

"Saya sangat prihatin atas berlanjutnya kejahatan kemanusiaan Israel dan pasukan zionisnya yang menangkapi para aktivis kemanusiaan," ujarnya.

"Tentu saja ini adalah sebuah pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan apalagi penculikan itu terjadi di perairan internasional," sambungnya.

mengecam keras tindakan Israel, Hidayat Nur Wahid mendorong agar pemerintah bergerak cepat membantu pembebasan para WNI. "Tentu saja kami mendorong agar pemerintah berlaku yang secepat mungkin untuk menegakkan kedaulatan Indonesia sesuai dengan konstitusi," katanya.

Tonton juga video "Menkomdigi soal Jurnalis RI Ditahan Israel: Keselamatan Jadi Fokus Kami"

(amw/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |