Kediri -
Viral video yang menyebut adanya dugaan jual beli titik KDMP hingga bagi-bagi komisi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah Kediri Raya. Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Video yang viral di platform X itu sebelumnya memicu sorotan publik lantaran memuat percakapan diduga terkait pembagian komisi proyek pembangunan KDMP. Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang perempuan berseragam ASN berbincang dengan pria yang disebut sebagai anggota TNI menggunakan bahasa Jawa.
Klarifikasi terkait video itu disampaikan langsung oleh Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah melalui sebuah video yang diterima detikJatim. Dalam keterangannya, Dhavid memastikan tidak ada praktik jual beli titik program KDMP seperti yang dituduhkan dalam video tersebut.
"Tidak ada praktik jual beli titik KDKMP di wilayah Kediri Raya. Saya nyatakan video itu tidak benar," kata Dhavid, dilansir detikJatim, Senin (18/5/2026).
Dhavid menjelaskan, program KDMP merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah bertugas menyediakan lahan, sedangkan pembangunan dilakukan Kodim dengan dukungan anggaran dari Agrinas.
Menurutnya, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara terbuka dengan sistem padat karya dan diawasi langsung oleh jajaran Kodim hingga Babinsa di lapangan.
"Ini bukan proyek. Ini program Presiden untuk masyarakat. Tidak ada intervensi ASN maupun pihak lain," jelasnya.
Ia juga mengaku keberatan karena nama dirinya maupun institusi TNI dicatut dalam video viral tersebut tanpa adanya klarifikasi lebih dahulu. Dhavid menegaskan, selama menjabat sebagai Dandim 0809 Kediri dirinya tidak pernah terlibat dalam praktik seperti yang dituduhkan.
"Kami langsung mengumpulkan seluruh staf saya, para danramil, para staf saya, dan awak media. Dan kita melaporkan bahwa video itu tidak benar, bahwa video-video itu hoax. Utamanya untuk langkah hukum bagi pembuat video. Ya, langkah hukum saya nyatakan, saya minta untuk akan tindak tegas," tegasnya.
Dhavid pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Baca selengkapnya di sini
Saksikan Live DetikSore :
Simak juga Video 'Pemerintah Buka Lowongan Kerja Jadi Manajer Kopdes, Tertarik?':
(idh/dhn)


















































