Daging Kambing Vs Sapi, Mana Lebih Aman untuk Tekanan Darah?

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Daging kambing dan sapi merupakan daging merah yang kaya akan protein, vitamin D dan B12, zat besi, dan seng. Keduanya merupakan sumber zat besi yang sangat baik, tetapi dapat memengaruhi tekanan darah.

Namun, efek daging merah terhadap tekakan darah tergantung pada seberapa sering Anda mengonsumsinya dan bagaimana cara pengolahannya. Lantas mana yang sebenarnya lebih baik pada pemenuhan zat besi dan menjaga tekanan darah?

Daging Sapi Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi

Mengutip Very Well, zat besi dalam makanan membantu tubuh Anda membuat sel darah merah yang sehat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda. Mendapatkan cukup zat besi mendukung tingkat energi yang sehat, fungsi otak yang optimal, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Daging kambing dan sapi kaya akan zat besi heme, jenis zat besi yang hanya ditemukan dalam produk hewani. Zat besi heme jauh lebih mudah diserap oleh tubuh Anda daripada zat besi non-heme yang ditemukan dalam tumbuhan.

Jumlah zat besi dalam satu porsi 3 ons biasanya adalah:

- Daging kambing: 2,0 miligram (mg)

- Daging sapi: 2,5 mg

Semua Jenis Daging Merah Dapat Meningkatkan Tekanan Darah Seiring Waktu

Mengonsumsi daging merah, baik sapi maupun kambing, jika terlalu sering dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara bertahap seiring waktu. Sebuah studi tahun 2022 yang menganalisis lebih dari 31.000 orang dewasa AS menemukan bahwa mereka yang paling banyak mengonsumsi daging merah 29-39% lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.

Beberapa faktor berkontribusi mengapa daging merah, seperti daging kambing dan sapi, dapat meningkatkan tekanan darah.

- Daging merah mengandung senyawa yang memengaruhi tekanan darah:

Daging merah mengandung senyawa yang diubah oleh bakteri usus Anda menjadi trimetilamina-N-oksida (TMAO), senyawa yang dapat memengaruhi kesehatan jantung dan tekanan darah Anda. Seberapa sering Anda mengonsumsinya dan bagaimana cara pengolahannya juga berperan.

- Daging merah bisa tinggi natrium:

Kandungan natrium dalam daging merah yang Anda konsumsi dapat memengaruhi tekanan darah lebih dari jenis daging itu sendiri. Daging domba dan sapi segar secara alami mengandung natrium dalam jumlah sedang atau sekitar 55 mg per porsi (100 gram atau 3,5 ons).

- Daging olahan mengandung lebih banyak natrium:

Daging olahan, seperti sosis dan bacon, mengandung sekitar 400% lebih banyak natrium daripada daging yang tidak diolah dan harus dibatasi, terutama bagi orang yang mengelola tekanan darah tinggi. Saat memasak di rumah, menggunakan herba, rempah-rempah, atau lemon untuk menambah rasa alih-alih garam dapat membantu mengurangi asupan natrium.

Daging Apa yang Lebih Sehat?

Jika Anda perlu meningkatkan kadar zat besi, baik daging kambing maupun sapi adalah pilihan yang baik. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, padukan daging ini dengan makanan kaya vitamin C seperti paprika, tomat, atau buah jeruk.

Untuk menjaga tekanan darah, batasi asupan semua daging merah, termasuk daging domba dan sapi. 

Berikut cara mengonsumsi Anda sambil menjaga tekanan darah yang sehat:

- Pilih daging segar daripada daging olahan.

- Makanlah dalam porsi sedang dan batasi asupan Anda hingga 1-2 kali seminggu.

- Pilih potongan daging tanpa lemak dan buang lemak yang terlihat.

- Hindari garam dan beri bumbu pada daging Anda dengan rempah-rempah dan bumbu.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |