Cegah Virus Nipah, Thailand Periksa 1.700 Penumpang dari India

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand resmi memberlakukan protokol kesehatan ketat di bandara-bandara internasional. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap munculnya klaster baru virus Nipah di wilayah Benggala Barat, India, yang telah menjangkiti beberapa warga setempat.

Mengutip Strait Times, Menteri Kesehatan Masyarakat Phatthana Phromphat mengatakan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah memerintahkan lembaga terkait untuk meningkatkan langkah-langkah pemeriksaan, dan tim pemeriksaan bandara telah ditempatkan sejak akhir pekan lalu.

Phatthana Phromphat, mengonfirmasi bahwa hingga Selasa pagi (27/1), sebanyak 1.700 penumpang yang tiba dari Kolkata telah menjalani pemeriksaan kesehatan intensif. Sejauh ini, otoritas melaporkan belum ada kasus positif yang terdeteksi di wilayah Thailand.

Pihak berwenang mengatakan ada rata-rata hampir 700 orang penumpang dari Kolkata per hari, melalui tiga bandara utama yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket.

Phatthana mengatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transportasi Phiphat Ratchakitprakarn dan otoritas bandara untuk memastikan penyaringan dilakukan secara menyeluruh.

Jika kasus yang dicurigai teridentifikasi, maka Departemen Ilmu Kedokteran dapat mengisolasi orang tersebut dan melakukan tes virus dalam waktu delapan jam.

Berbeda dengan COVID-19, Phatthana mengatakan bahwa virus Nipah umumnya tidak menular selama masa inkubasi (saat penderita belum menunjukkan gejala), sehingga risiko penularan di dalam pesawat dianggap relatif rendah. Namun, pemerintah tetap menyiagakan tiga rumah sakit rujukan untuk isolasi jika ditemukan kasus terkonfirmasi

Thailand melaporkan belum ada kasus Nipah hingga saat ini, rumah sakit diminta untuk bersiap-siap

Menurut Phatthana Thailand belum mendeteksi kasus Nipah apa pun, dan belum pernah mencatat kasus di masa lalu. Ia mencatat virus ini bukanlah hal baru, pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998, dan wabah biasanya terjadi dalam kelompok kecil di beberapa negara, termasuk India dan Bangladesh.

Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) mengatakan penyakit virus Nipah tetap menjadi salah satu dari 13 penyakit menular berbahaya berdasarkan Undang-Undang Penyakit Menular B.E. 2558 (2015), dan status Thailand tetap tidak berubah, tanpa kasus yang dilaporkan.

DDC mengatakan pihaknya mulai melakukan skrining terarah terhadap pelancong pada penerbangan langsung dari daerah wabah akhir pekan lalu. Pelancong dengan gejala seperti demam atau gejala pernapasan, dan riwayat perjalanan ke daerah yang terdampak dalam 21 hari terakhir, akan segera diselidiki dan diuji.

Penumpang dari daerah berisiko harus melengkapi dokumentasi yang diperlukan berdasarkan Undang-Undang tersebut, dan siapa pun yang jatuh sakit dalam waktu 21 hari setelah tiba di Thailand diimbau untuk menghubungi hotline 1422.

Phatthana mendesak para pelancong dari daerah berisiko untuk segera melaporkan gejala yang tidak biasa atau mirip flu kepada petugas kesehatan masyarakat. Masyarakat umum disarankan untuk tetap waspada sambil menghindari kepanikan.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |