Cari Kerja Makin Susah di 2026, Perusahaan Ogah Rekrut Karyawan Baru

1 day ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak soal pengembangan Artificial Intelligence (AI) bukan hanya tentang banyaknya PHK. Namun perekrutan tenaga kerja baru juga melambat.

Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengungkapkan AI membuat perusahaan besar memperlambat perekrutan karyawan baru. Kondisi tingkat perekrutan dan PHK yang rendah diperkirakan bakal terus berlanjut di pasar tenaga kerja. Hal ini berpotensi membuat pengangguran makin sulit mendapat pekerjaan baru.

Kendati demikian, dampak perlambatan perekrutan karyawan baru dikatakan tidak terlalu terlihat pada perusahaan kecil. "AI benar-benar berdampak ke perusahaan besar," ungkapnya, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (6/1/2026).

Penggunaan AI dimulai sejak ChatGPT milik OpenAI pada 2022 yang langsung booming sesaat setelah diluncurkan. Banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi itu untuk operasional dan karyawannya.

Namun ini juga menimbulkan banyak kekhwatiran sejalan dengan pengembangan AI yang masif. Dari tenaga kerja yang terancam, penggunaan untuk produktivitas hingga investasi yang keliru untuk teknologi tersebut.

Namun Kashkari mengatakan sejumlah bisnis mulai melihat keuntungan dari investasi yang mereka kucurkan. Bahkan ini diakui oleh perusahana yang awalnya skeptis soal AI.

"Tidak diragukan lagi sejumlah investasi salah atau keliru yang terjadi. Namun ada banyak anekdot soal bisnis yang menggunakan ini dan melihat peningkatan produktivitas yang nyata," dia menjelaskan.

"Bisnis yang saya ajak bicara yang dua tahun lalu skeptik, kini mengatakan benar-benar menggunakannya sekarang," imbuhnya.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |