Cara Mudah Keluar Grup WhatsApp Tanpa Ketahuan, Bebas Konflik

2 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu permasalahan manusia modern adalah menyeimbangkan ketenangan diri, sembari tetap menjaga perasaan orang lain, saat berada di ranah digital. 

Misalnya, Anda diundang ke dalam grup WhatsApp oleh teman dekat. Namun, sebenarnya Anda tak ingin berada di grup tersebut. 

Jika menolak atau tiba-tiba keluar dari grup, konflik bisa terjadi. Minimal ada rasa canggung yang memengaruhi dinamika interaksi dengan teman hingga ke dunia offline. 

Sebenarnya ada cara mudah untuk keluar dari grup WhatsApp secara diam-diam tanpa ketahuan. 

Dengan fitur keluar diam-diam yang tersedia di WhatsApp, hanya admin grup yang mengetahui jika Anda keluar dari obrolan. Untuk menggunakan fitur ini, Anda pertama-tama harus melakukan update WhatsApp Android ke versi paling baru. Berikut langkah detailnya:

Cara keluar dari Grup WhatsApp Tanpa Ketahuan

Lakukan update WhatsApp versi terbaru.

Buka grup WhatsApp yang diinginkan.

Di ruang obrolan grup, tekan ikon titik tiga di pojok kanan atas aplikasi.

Klik opsi "More/Lainnya".

Klik "Exit group/Keluar dari grup".

Pastikan muncul notifikasi bahwa hanya admin yang akan diberi pemberitahuan.

Pilih 'Keluar'.

Selain pakai opsi itu, Anda juga bisa keluar grup WhatsApp tanpa ketahuan dengan cara 'Report' grup. Berikut langkahnya:

Masuk ke grup WhatsApp yang diinginkan

Di ruang obrolan grup, tekan ikon titik tiga di pojok kanan atas aplikasi.

Pilih "More/lainnya", lalu "Report"

Pilih "Exit group and delete chat", lalu "Report".

Anda akan keluar grup tanpa ketahuan. Namun, risikonya grup bisa dihapus oleh WhatsApp jika terindikasi melakukan pelanggaran. Hal ini tentu akan turut berdampak kepada anggota grup lain, meski Anda tak ketahuan sudah keluar grup.

Grup WhatsApp muat 5.000 orang

WhatsApp kini juga punya grup WhatsApp raksasa yang dinamakan Komunitas WhatsApp. Fitur ini memungkinkan pengguna menyatukan berbagai grup WA yang berbeda-beda dalam satu wadah.

Komunitas dapat digunakan bagi orang dengan ketertarikan yang sama untuk bisa saling terhubung.

Fitur ini cocok untuk berbagai kelompok, dari sekolah, perumahan, atau apartemen, kantor dan sebagainya. Satu komunitas bisa menampung hingga mencapai 50 grup WA sekaligus dengan 5.000 anggota.

Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia Esther Samboh, menggambarkan Komunitas layaknya sebuah majalah dinding di sekolah. Fitur dapat dimanfaatkan sebagai tempat mengumumkan atau menyebarkan informasi tertentu satu pintu dari kelompok atau komunitas tertentu.

"Misalnya kalau masuk ke sekolah ada istilahnya mading atau papan pengumuman. Kalau di fitur ini admin dengan mudah bisa memberikan pengumuman. Jadi ini anggota bisa sampai 5.000 orang, tapi yang bisa posting di sana hanya admin," jelasnya saat peluncuran beberapa waktu yang lalu.

Namun sebagai catatan, hanya admin yang bisa menyebarkan pengumuman di fitur yang juga disebut WhatsApp Communities ini. Isinya bisa dalam bentuk pesan, foto, video serta dokumen berukuran maksimal 2 GB sekali kirim.

Admin juga memiliki kuasa penuh untuk dapat menghapus pesan yang dinilai tak pantas dalam kanal. Selain itu Komunitas punya fitur panggilan video dengan 32 partisipan sekali akses dan juga sistem polling menggunakan chat.

Fitur telah tersedia secara bertahap untuk semua pengguna WhatsApp secara global. Sebagian pengguna Indonesia melaporkan sudah bisa menggunakan fitur ini di ponselnya.

Berikut adalah cara membuat WhatsApp Community:

Klik ikon komunitas yang ada di WhatsApp.

Masukkan nama komunitas, deskripsi dan foto.

Buat grup atau tambahkan grup yang sudah ada.

Grup pengumuman akan dibuat secara default.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |