Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga-harga mengalami inflasi pada Maret 2026 dengan angka sebesar 0,41% secara bulanan. Sementara itu, secara tahun kalender, inflasi tercatat sebesar 0,94%.
Angka inflasi ini lebih rendah dibanding inflasi Februari 2026 yang secara bulanan sebesar 0,68%, sedangkan inflasi tahun kalender saat itu tercatat sebesar 0,53%.
"Pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,41%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Realisasi angka inflasi Maret 2026 ini tak jauh berbeda dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi.
Para pelaku pasar keuangan memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 akan mengalami inflasi 0,60% secara bulanan (month-to-month/mtm) dengan median inflasi tahunan 3,68% (year-on-year/yoy).
Sementara itu, inflasi inti pada Maret 2026 diperkirakan berada di level 2,65% yoy.
Sebagai catatan, pada Februari 2026 Indonesia mengalami inflasi 0,68% (mtm), sementara secara tahunan inflasi tercatat 4,76% (yoy) dan inflasi inti mencapai 2,63% (yoy).
(arj/mij)
Addsource on Google

















































