Bibit Petaka Sudah Muncul di Laut, 2026 Bakal Panas Mendidih

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ilmuwan memprediksi fenomena El Nino sedang membentuk di Samudra Pasifik yang bakal menyebabkan Bumi mulai panas mendidih pada akhir 2026.

Menurut IFL Science, dua badan cuaca besar memprediksi pembentukan El Nino di wilayah timur Samudra Pasifik. El Nino kemudian akan mengacak pola cuaca di seluruh dunia sehingga mendorong suhu Bumi naik menembus rekor terpanas sepanjang sejarah, pada 2026 dan 2027.

NOAA, badan pemantau cuaca milik pemerintah Amerika Serikat, menyatakan potensi terbentuknya El Nino di bagian Bumi utara pada musim panas 2026, adalah 50-60 persen. Biro Meteorologi Australia juga merilis prediksi serupa, yang kemungkinan pembentukan El Nino mulai Juni.

Namun, kedua proyeksi tersebut adalah perkiraan jangka panjang sehingga akurasinya belum optimal.

Fenomena El Nino adalah bagian dari El Niño-Southern Oscillation (ENSO) adalah siklus iklim akibat fluktuasi temperatur dan tekanan atmosfer di bagian timur Samudra Pasifik. Fluktuasi ini dirasakan oleh seluruh dunia, mulai dari curah hujan, kekeringan, siklon tropis, gelombang panas, dan lainnya.

ENSO berfluktuasi antara El Nino (fase panas), La Nina (fase dingin), dan netral. Saat ini, Bumi ada dalam kondisi La Nina yang makin melemah. NOAA memprediksi transisi dari La Nina ke netral terjadi mulai Februari ini. Setelah transisi ke netral, ada potensi fase El Nino dimulai.

Pada masa El Nino, temperatur global cenderung naik hingga 0,2 derajat Celcius dan memicu kekeringan serta banjir. Meskipun "diredam" La Nina, cuaca Bumi sepanjang 2025 sudah mencapai suhu terpanasnya. Tanpa La Nina, cuaca dunia bisa lebih panas lagi pada 2026 dan 2027 padahal 11 tahun terakhir adalah 11 tahun terpanas sepanjang sejarah.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |