Belanja Pertahanan RI Rp299 T, Alutsista hingga Perang Siber Diperkuat

2 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

19 August 2026 15:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah merencanakan anggaran sebesar Rp329,47 triliun untuk menjalankan fungsi pertahanan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Anggaran tersebut meningkat sekitar Rp30,4 triliun atau 10,1% dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp299,1 triliun.

Nilainya setara dengan sekitar 8,04% dari keseluruhan belanja negara dalam RAPBN 2027 yang mencapai Rp4.097,19 triliun.

Meski meningkat dibandingkan 2026, anggaran tersebut masih lebih rendah sekitar Rp19,1 triliun atau 5,5% dari realisasi 2025 yang mencapai Rp348,58 triliun.

Fungsi pertahanan mencakup berbagai upaya pemerintah untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus melindungi keselamatan bangsa dari ancaman dalam maupun luar negeri.

Anggaran dalam fungsi ini dijalankan oleh Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Ke Mana Anggaran Pertahanan 2027?

Pemerintah menyiapkan lima keluaran utama dari anggaran fungsi pertahanan pada 2027.

  1. Pengadaan dan pemeliharaan alutsista

    Anggaran digunakan untuk pengadaan, pemeliharaan, dan peningkatan kemampuan alat utama sistem persenjataan atau alutsista serta nonalutsista.

  2. Pembangunan sarana pertahanan

    Pemerintah melanjutkan pembangunan dan pengadaan sarana serta prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pertahanan.

  3. Pengembangan industri pertahanan

    Anggaran juga diarahkan untuk penelitian dan pengembangan industri pertahanan nasional.

  4. Penguatan komponen pertahanan

    Pemerintah akan memperkuat komponen cadangan dan komponen pendukung dalam sistem pertahanan negara.

  5. Penyelenggaraan operasi militer

    Dana pertahanan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan operasi matra darat, laut, dan udara.

Siber hingga Industri Pertahanan Jadi Prioritas

Kebijakan pertahanan pada 2027 juga diarahkan untuk merespons perkembangan geopolitik global dan ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Pemerintah akan melanjutkan modernisasi dan pemeliharaan alutsista, nonalutsista, serta sarana pertahanan.

Pengembangan industri pertahanan nasional juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin membangun industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan mampu bersaing.

Selain itu, anggaran digunakan untuk melaksanakan operasi pertahanan dan keamanan, memperkuat komponen cadangan dan pendukung, serta meningkatkan kemampuan teritorial pertahanan negara.

Pemerintah turut menyiapkan penguatan kemampuan siber, persandian, dan sinyal. Langkah tersebut dibutuhkan untuk menjaga ketahanan negara dari ancaman yang berkembang di ruang digital.

Melihat Tren Anggaran Pertahanan

Belanja pertahanan bergerak naik dalam jangka panjang, meski sempat turun pada beberapa tahun.

Realisasinya meningkat dari Rp87,5 triliun pada 2013 menjadi Rp190,3 triliun pada 2024. Dalam periode tersebut, penurunan antara lain terjadi pada 2014, 2016, 2018, dan 2021.

Perubahan paling mencolok terjadi pada 2025. Belanja pertahanan melonjak 83,2% menjadi Rp348,6 triliun, terutama untuk pengadaan dan modernisasi alutsista maupun nonalutsista.

Setelah lonjakan tersebut, anggarannya diperkirakan turun menjadi Rp299,1 triliun jika dilihat dari Outlook 2026. Meski demikian, nilainya masih jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |